Tersengat Jebakan Tikus yang Dipasang Sendiri, Petani Lamongan Tewas

Tersengat Jebakan Tikus yang Dipasang Sendiri, Petani Lamongan Tewas

Eko Sudjarwo - detikNews
Jumat, 25 Okt 2019 15:59 WIB
Jebakan tikus menewaskan petani Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Jebakan tikus menewaskan petani Lamongan (Foto: Eko Sudjarwo)
Lamongan - Jebakan tikus di Lamongan kembali memakan korban. Kali ini, petani meninggal akibat tersengat listrik jebakan tikus yang dipasang di sawahnya.

Informasi yang dihimpun korban bernama Zaenal (70) warga Desa Kaligerman, Kecamatan Karanggeneng. Zaenal ditemukan tak bernyawa di pematang sawah miliknya sendiri. Di samping jasad Zaenal ditemukan kabel jebakan tikus yang sudah terkelupas.

"Kamis malam ayah saya berangkat ke sawah yang terletak di barat tanggul untuk menguras air di sawah yang di bawahnya dialiri arus listrik untuk jebakan tikus," kata salah seorang saksi yang juga anak korban, Sukarliman di hadapan polisi, Jumat (25/10/2019).

Menurut Sukarliman, karena situasi gelap, biasanya korban memasang lampu dengan cara mengambil aliran listrik dari jebakan tikus tersebut. Sewaktu membentangkan kabel lampu tersebut, kemungkinan ada bagian kabel yang terkelupas sehingga korban tersengat aliran listrik dan jatuh di kolam sawah yang masih ada airnya.


"Karena tidak kunjung pulang, hari ini mencari keberadaannya di sawah dan ayah saya sudah meninggal," terangnya.

Kapolsek Karanggeneng, Iptu Sunaryono membenarkan kejadian ini. Korban ditemukan meninggal dengan posisi terbujur kaku di kolam sawah. "Selanjutnya saksi berteriak minta tolong hingga warga berdatangan dan melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Karanggeneng," jelasnya.

Dari hasil pemeriksaan tim kesehatan, ditemukan luka melepuh di punggung tangan kiri dan melepuh dada akibat sengatan listrik. Polisi juga tidak menemukan luka lain ataupun tanda-tanda penganiayaan dari tubuh korban.

"Keluarga korban sudah ikhlas dan tidak bersedia atau keberatan diautopsi dengan membuat surat penyataan," jelasnya.

Korban pun saat ini sudah dimakamkan di pemakaman desa setempat. (fat/fat)