detikNews
Jumat 25 Oktober 2019, 12:55 WIB

Pak Bupati, Sungai di Sidoarjo Ini Dipenuhi Eceng Gondok Sepanjang 3 Km!

Suparno - detikNews
Pak Bupati, Sungai di Sidoarjo Ini Dipenuhi Eceng Gondok Sepanjang 3 Km! Sungai di Sidoarjo yang dipenuhi eceng gondok (Foto: Suparno)
Sidoarjo - Eceng gondok memenuhi sungai Karang Gayam di Dusun Karang Gayam Desa Pucang Anom, Kecamatan Kota Sidoarjo. Tanaman air tersebut memenuhi sungai sepanjang hampir tiga kilometer.

Dari pantauan detikcom di lokasi, eceng gondok tersebut terlihat mulai dari Desa Kutuk hingga ke Karang Gayam Pucang Anom. Warga khawatir keberadaan eceng gondok itu akan menjadi penyebab banjir, mengingat musim hujan akan datang.

"Daerah Dusun Karang Gayam ini memang menjadi langganan banjir. Ketika puncaknya musim penghujan akibat meluap air sungai," kata Riyaman (57) warga Karang Gayam kepada detikcom di lokasi, Jum'at (25/10/2019).

Riyaman mengatakan warga sekitar bantaran sungai berharap kepada instansi yang berwenang untuk segera melakukan pembersihan eceng gondok ini. Sebenarnya warga sekitar sudah berusaha membersihkan dengan cara manual. Namun kalah cepat dengan bertumbuhnya enceng gondok.


"Dengan keberadaan tanaman enceng gondok ini warga merasa resah. Takut saat puncaknya musim penghujan," tambah Riyaman.

Edy Muhaeni selaku Ketua RT 18, RW 4 Dusun Karang Gayam Kelurahan Pucang Anom mengatakan keberadaan eceng gondok ini sudah tiga bulan yang lalu. Selain dikhawatirkan menjadi penyebab banjir, eceng gondok ini juga menimbulkan bau yang tidak sedap.

"Hari ini di bawah tanaman itu ada airnya, namun apabila tidak ada airnya menimbulkan bau yang tidak sedap yang mengganggu warga di sekitar bantaran," kata Edy.

Menurut Edy, eceng gondok ini sudah mengakar ke dasar sungai. Itu terbukti saat air naik dan berarus, tanaman tersebut tidak bergerak atau pindah lokasi. Pihaknya berharap agar sungai ini segera dilakukan normalisasi dengan menggunakan alat berat.


"Sudah pernah dilakukan pembersihan enceng gondok yang berada di sungai ini. Nanum pekerjaan itu tidak maksimal, ahkirnya tanaman itu tumbuh kembali," kata Edy.

Edy menjelaskan asal usal eceng gondok ini pihaknya tidak mengetahui. Awalnya tidak banyak seperti ini. Tapi belakangan ini pertumbuhannya luar biasa yang akhirnya memenuhi sungai. Kami mengharapkan Dinas PUPR untuk segera melakukan normalisasi.

"Ini harus segera dilakukan normalisasi, karena sebentar lagi sudah memasuki musim penghujan. Dikhawatirkan sungai ini menjadi dangkal dan airnya meluber ke rumah warga. Cara pembersihannya harus menggunakan alat berat," tandas Edy.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com