Water Bombing Jadi Harapan Padamkan Kebakaran di Pegunungan Ijen

Ardian Fanani - detikNews
Kamis, 24 Okt 2019 20:43 WIB
Gunung Ranti terbakar (Foto: Ardian Fanani/File)
Banyuwangi - Hingga hari kelima, kebakaran hutan di wilayah Banyuwangi terus berlangsung. Bahkan hingga saat ini kebakaran meluas hingga hampir seribu hektar. Upaya pemadaman kebakaran hutan dengan menggunakan water bombing menjadi harapan untuk memadamkan api.

Komandan Satgas Tanggap Darurat Karhutla Banyuwangi Letkol Infanteri Yuli Eko Purwanto optimis water bombing dapat segera dilaksanakan. Karena kebakaran hutan yang terjadi di Banyuwangi sudah menjadi atensi dari pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Seluruh BPBD di Jawa Timur dikumpulkan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur. Untuk water bombing diutamakan di Banyuwangi. Kemungkinan besok sudah ada realisasinya. Karena ini koordinasinya harus dengan BNPB," jelasnya, Kamis (24/10/2019).

Kondisi terakhir kebakaran di sekitar kawasan Gunung Ijen sudah merembet ke kawasan Cagar Alam Merapi Ungup-ungup. Lokasi persisnya berada di petak 1D, RPH Suko, BKPH Licin, KPH Banyuwangi masuk Kelurahan Gombengsari, Kecamatan Kalipuro. Kawasan ini merupakan kawasan hutan lindung yang dikelola Perhutani.


"Petugas gabungan sudah meluncur dan mengecek ke lokasi. Kita berusaha melakukan penyekatan agar tidak masuk ke bawah (area lahan produktif). Saat ini masih berada kawasan hutan lindung. Kita potong jalur api dengan melakukan penyekatan," jelas Dandim.

Dalam kesempatan yang sama Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Banyuwangi, Eka Muharram menyampaikan, upaya mendatangkan water bombing tinggal menunggu clearance. Karena pilot Helicopter yang melakukan water bombing ini adalah pilot asing.

Namun demikian, kebutuhan water bombing ini sangat mendesak. Sebab lahan yang sudah terbakar berkisar 1.000 Hektar.

"Yang terbakar sekitar 1.000 Hektar. Di Gunung Ranti saja 700 herktare, belum di TWA Kawah Ijen dan Merapi Ungup-ungup. Kami optimis bisa segera terialisasi (water bombing). Tinggal masalah administrasi saja," jelasnya.


Sementara itu, pihak Perhutani sudah menerjunkan personel untuk mengantisipasi kebakaran yang terjadi di kawasan Hutan Lindung Petak 1D, RPH Suko, BKPH Licin, KPH Banyuwangi. Ada 50 personel yang diterjunkan ke lokasi untuk melokalisir api agar tidak menjalar.

"Posisinya di bawah Gunung Merapi Ungup-Ungup, hari Selasa sudah masuk ke petak 1D. Jaraknya masih cukup jauh dari area hutan produksi. Kurang lebih perjalanan 6 jam. Hutan produksi kami berada di petak 35," jelas Wakil Kepala Administatur Perhutani KPH Banyuwangi Barat, Yana Herdiana. (iwd/iwd)