detikNews
Kamis 24 Oktober 2019, 20:33 WIB

Keamanan Kondusif, Pengungsi Asal Tulungagung Ingin Kembali ke Wamena

Adhar Muttaqin - detikNews
Keamanan Kondusif, Pengungsi Asal Tulungagung Ingin Kembali ke Wamena Pengungsi Wamena asal Tulungagung di Polres Trenggalek (Foto: Adhar Muttaqin)
Tulungagung - Sejumlah pengungsi kerusuhan Wamena asal Tulungagung mengaku ingin segera kembali tanah Papua. Sebab saat ini kondisi keamanan mulai kondusif.

Salah seorang pengungsi asal Desa Tanggung, Kecamatan Campurdarat, Tulungagung, Supartini, mengatakan saat ini ia mulai melakukan berbagai persiapan untuk kembali ke Wamena. Sejumlah rekannya di tanah Papua juga telah berkomunikasi dan memastikan kondisinya telah kondusif dan aman.

"Kebetulan saya punya usaha katering dan warung di markasnya AURI di Wamena, ini teman-teman sudah minta saya kembali, sudah aman kok," kata Supartini, Kamis (25/10/2019).

Ia mengaku selama ini telah merantau di Wamena sejak delapan tahun yang lalu. Selama di tempat kerjanya, hubungan kemasyarakatan antara warga pendatang dan warga lokal berjalan harmonis. Namun beberapa waktu yang lalu tiba-tiba muncul kerusuhan sehingga ia terpaksa pulang ke Tulungagung.


"Sebetulnya kalau dengan warga lokal tidak ada masalah, bahkan tempat kos saya berada di perkampungan warga lokal. Saat kejadian itu ada sekelompok orang yang melakukan penyerangan, saya masih di kos, kemudian sama orang lokal sana saya disembunyikan," ujarnya.

Supartini berharap, kondisi di Wamena benar-benar Kondusif, sehingga kehidupan masyarakat bisa kembali normal seperti biasa.

Kondisi berbeda disampaikan pengungsi lain, Rizal Abdullah, ia memilih untuk pulang ke kampung halamannya di Tulungagung dan tidak ingin kembali ke Wamena.

"Saya masih trauma, saya lebih baik memulai usaha lagi di Tulungagung. Kebetulan di Wamena saya kerja sebagai tukang ojek," imbuhnya.


Sementara itu , Kapolres Tulungagung AKBP Eva Guna Pandia sempat mengumpulkan sejumlah pengungsi Wamena asal Tulungagung. Pihaknya memberikan penguatan mental kepada para korban kerusuhan, sehingga bisa menjalani hidup dengan normal.

"Ya wajar, ketika masih ada yang trauma, semoga mereka segera pulih kembali. Kalaupun yang mau membuka usaha atau menetap di kampung halaman, semoga, usahanya lancar. Ini tadi kami juga memberikan tali asih dan bantuan bagi mereka, semoga bermanfaat," kata Pandia.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com