Hutan Alas Tengah Terbakar, Jalur Pendakian Gunung Argopuro Ditutup

Ghazali Dasuqi - detikNews
Minggu, 20 Okt 2019 18:41 WIB
Hutan terbakar buat jalur pendakian Gunung Argopuro ditutup (Foto: Ghazali Dasuqi)
Situbondo - Kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung Desa Alas Tengah, Kecamatan Sumbermalang, Situbondo. Api melalap tanaman rimba campur yang ada di kawasan Perhutani tersebut.

Upaya pemadaman sulit dilakukan, karena lokasi berada di tebing dengan kemiringan 90 derajat. Sehingga sulit untuk dijangkau maupun dilewati.

Untuk mengantisipasi hal tak diinginkan, jalur pendakian menuju puncak gunung Argopuro langsung ditutup. Baik melalui melalui jalur BKSDA Baderan Situbondo, maupun melalui jalur BKSDA Bremi Probolinggo. Penutupan jalur pendakian itu dilakukan oleh BKSDA Surabaya, hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

"Mulai hari ini jalur pendakian gunung Argopuro ditutup oleh BKSDA Surabaya. Khawatir terjadi sesuatu hal tak diinginkan, karena kebakaran masih berlangsung. Jadi diantisipasi sebelumnya," kata Koordinator Pusdalops BPBD Situbondo, Puriyono kepada detikcom, Minggu (20/10/2019) sore.


Keterangan yang diperoleh detikcom menyebutkan, kebakaran kawasan hutan lindung di Desa Alastengah Kecamatan Sumbermalang terjadi mulai Sabtu (19/10) tadi malam. Namun, hingga siang tadi api masih tampak membakar tanaman rimba campur di petak 6-a kawasan hutan setempat.

Petugas gabungan dari unsur BKSDA Baderan, Perhutani , BPBD Situbondo, Polsek dan Koramil Sumbermalang, yang datang hanya melakukan pemantauan saja. Sebab, lokasi kebakaran berada di tebing dengan kemiringan 90 derajat hingga sulit untuk dijangkau.

"Tidak ada korban jiwa maupun cedera. Lokasi kebakaran jauh dari pemukiman warga dan sulit dijangkau. Kita hanya bisa memantau dan diperkirakan nanti api akan padam sendiri," tandas Puriyono.


Menurut Puriyono, pihaknya bersama unsur terkait lainnya akan terus memantau perkembangan kebakaran tersebut. Sebab, situasi di lokasi akan menentukan jalur pendakian gunung Argopuro, khususnya dari jalur BKSDA Baderan.

"Khan sementara jalur pendakian ditutup sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Kapan dibukanya tentu masih menunggu perkembangan laporan situasi di lapangan," pungkas Puriyono. (iwd/iwd)