Angin Kencang Landa Malang Raya, Banyak Pohon Tumbang dan Baliho Roboh

Muhammad Aminudin - detikNews
Minggu, 20 Okt 2019 17:23 WIB
Foto: Istimewa
Batu - Angin kencang terjadi di wilayah Malang Raya (Kota Malang, Kabupaten Malang, dan Kota Batu). Sejumlah kerusakan terjadi, seperti pohon tumbang dan baliho roboh di wilayah Kota Batu. BMKG menyebut, fenomena ini merupakan penanda mulainya musim pancaroba.

Kasi Observasi dan Informadi BMKG Malang Anung Suprayitno menyatakan, embusan angin kencang yang terjadi merupakan tanda memasuki musim pancaroba.

Pada pergantian musim dari kemarau ke musim penghujan ini, angin berembus di atas normal. "Ini sudah masuk musim pancaroba, angin berembus horisontal atau biasa dikenal angin kencang. Sesuai prakiraan terjadi mulai Oktober ini, karena musim hujan diprediksi terjadi pada November nanti," ujarnya dihubungi detikcom, Minggu (20/10/2019).

Hari ini angin berembus dengan kecepatan di atas 45 km/jam. Jika normalnya hanya 5 sampai 10 km/jam. Biasanya, ini akan terjadi selama satu pekan, karena memasuki pergantian musim.

"Kalau normalnya 5 sampai 10 km/jam. Hari ini maksimum di atas 45 km/jam. Tentunya kecepatan angin sebesar itu, akan mengakibatkan kerusakan. Apakah itu pohon tumbang, baliho roboh, atau merusak rumah-rumah semi permanen. Kami imbau masyarakat waspada dan berhati-hati," tegasnya.

Angin Kencang Landa Malang Raya, Banyak Pohon Tumbang dan Baliho RobohFoto: Istimewa



Pasca angin kencang seperti yang sekarang terjadi, akan disusul dengan cuaca ekstrem, berupa hujan lebat atau puting beliung.

"Nanti akan menyusul hujan lebat dan terjadinya puting beliung. Sebagai tanda awal musim hujan tiba," imbuhnya.

BPBD Kota Batu sebelumnya mencatat adanya sejumlah pohon tumbang di kawasan Desa Sumberbrantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu.


Serta jaringan kabel penerangan jalan umum (PJU), tiang listrik dan baliho roboh karena embusan angin kencang.

Bagi pengendara yang akan melintas kawasan tersebut, disarankan untuk saat ini tidak melewati jalan raya di karenakan kondisi jalan cukup membahayakan untuk dilewati kendaraan.

Begitu juga, untuk kendaraan yang melewati jalur dari Pacet ke Batu dan sebaliknya banyak yang berbalik arah. (iwd/iwd)