detikNews
Sabtu 19 Oktober 2019, 19:41 WIB

Cangrukan Kamtibmas, Upaya Polisi di Kota Malang Ciptakan Situasi Aman

Muhammad Aminudin - detikNews
Cangrukan Kamtibmas, Upaya Polisi di Kota Malang Ciptakan Situasi Aman Cangkrukan kamtibmas di malang (Foto: Istimewa)
Malang - Cangkrukan Kamtibmas bersama warga digelar Forkompimda Kota Malang. Selain ajang silaturahmi, cangkrukan menjadi sarana preventif Polres Malang Kota untuk menciptakan situasi aman dan kondusif di tengah masyarakat.

Kapolres Malang Kota AKBP Dony Alexander mengharapkan komunikasi masyarakat dengan Polri jangan sampai ada jarak, karena sudah tugasnya Polri melayani masyarakat bukan sebaliknya.

Hal ini disampaikan Dony ketika Cangkrukan Kamtibmas bersama warga Kelurahan Rampal Celaket, Kecamatan Klojen, Kota Malang, Jumat (18/10/2019), malam.

Setidaknya 100 lebih warga datang dalam kegiatan itu. Hadir juga Dandim 0833 Letkol (inf) Tommy Anderson serta Wali Kota Malang Sutiaji.


Kepada masyarakat Celaket, Dony menegaskan, bahwa hasil evaluasi tindak pidana di Kecamatan Klojen, kian menurun

"Hal ini tak lepas dari peran serta dan bantuan masyarakat, komunikasi yang baik antara masyarakat dengan aparat Kepolisian dan TNI menjadi kunci kesuksesan penurunan tindak pidana khususnya curanmor, narkotika di Kota Malang," ucap Dony.

Dony mengungkapkan, kasus kriminalitas yang saat ini semakin berkembang adalah hoax melalui penggunaan media sosial.

"Kami mohon kewaspadaan bapak ibu sekalian bahwa tidak semua yang ada di medsos itu benar. Banyak upaya untuk memecah persatuan dan kesatuan bangsa salah satunya dengan memotong-motong berita dan video,".

"Dan perlu diwaspadai munculnya ajaran-ajaran radikal yang berkedok agama. Kami Polri dan TNI secara real tidak dapat mengawasi masyarakat satu persatu karena rasio perbandingannya masih belum ideal, sehingga sangat memerlukan kepekaan dan kepedulian masyarakat," ungkap Dony.

Pada kesempatan itu, Dony juga mengaku tidak menutup mata bahwa tidak semua anggotanya ada yang bisa dinilai baik. Tetapi, lanjut Dony, yang perlu diketahui bahwa hal-hal yang tidak baik tersebut dilakukan oleh perorangan atau oknum bukan institusi (Polri).

"Kami tetap berusaha memperbaiki kinerja anggota dengan memberikan Reward dan Hukuman sesuai kinerja yang dilakukan anggota. Jika ada permasalahan yang perlu disampaikan silahkan langsung hubungi nomer telepon saya," ucap Dony seraya memberikan nomor telepon genggamnya.

Dony mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga situasi Kamtibmas jelang pelantikan Presiden dan Wakil Presiden agar tetap aman kondusif.

Sementara Dandim 0833 Kota Malang Letkol (inf) Tommy Anderson menambahkan, bahwa Kota Malang sampai saat ini menjadi indikator keamanan di Indonesia.


Sehingga kejadian di Malang akan bisa cepat mendunia. Maka dari itu, harus benar-benar bisa memfilter pengaruh dari luar dengan nilai-nilai luhur bangsa yaitu Pancasila.

"Waspadai pemberitaan di medsos, dengan teknologi yang semakin maju kita harus mempunyai kemampuan memfilter. Kita harus bersama-sama menjaga dan memelihara situasi yang aman dan kondusif di Kota Malang. Kami TNI dan Polri selalu berusaha membantu dan berada ditengah masyarakat untuk mewujudkan rasa aman," tegas Tommy.

Wali Kota Malang Sutiaji mengajak masyarakat untuk doa bersama agar
Presiden dan Wakil Presiden periode 2019-2024 agar Kota Malang tetap aman dan kondusif.

"Mari tetap jaga kerukunan diantara kita, saling membantu sebagai wujud pengamalan Pancasila yang merupakan nilai luhur bangsa Indonesia," pungkas Sutiaji.

Cangkrukan Kamtibmas sendiri digelar hampir setiap malam, lokasinya pun menyasar masing-masing kelurahan di wilayah Kota Malang.




Amnesty Internasional: Pengamanan Pelantikan Jokowi Berlebihan:

[Gambas:Video 20detik]



(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com