detikNews
Sabtu 19 Oktober 2019, 14:49 WIB

Hadiri Soetandyo Award, Ini yang Dikenang Gubernur Khofifah

Hilda Meilisa - detikNews
Hadiri Soetandyo Award, Ini yang Dikenang Gubernur Khofifah Gubernur Khofifah hadiri Soetandyo FISIP Unair Awards (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa menghadiri Soetandyo FISIP Unair Awards. Dalam kesempatan ini, Khofifah mengaku teringat banyak kenangan hingga ilmu yang didapat dari Prof Soetandyo Wignjosoebroto.

Khofifah mengakui jika hingga kini ilmu dari Prof Soetandyo masih diterapkannya ketika menjabat sebagai Gubernur Jatim. Khofifah menyebut dirinya sering mengutip perkataan Prof Soetandyo dalam setiap sambutannya.

"Pikiran-pikiran besar itu memang harus terus didesiminasikan Prof Soetandyo meski beliau sudah dipanggil oleh sang pencipta namun pikiran-pikiran besar beliau itu yang menjadi tugas kita untuk bisa mendesiminasikan," kata Khofifah di Unair Kampus C Surabaya, Sabtu (19/10/2019).

Salah satu ilmu yang sangat diingat Khofifah yakni tentang perubahan dalam hidup. Untuk itu, Khofifah mengaku selalu bersinergi dan tak segan berkenalan dengan hal atau ilmu baru.


"Saya semester 1 diajarkan oleh beliau dan saya ingat, saya sering menjadikan referensi dalam sambutan saya. Beliau pernah berkata hidup adalah perubahan, yang tidak berubah adalah perubahan itu sendiri. Ketika saya menukil itu, saya selalu menyampaikan ini adalah ajaran dari Prof Soetandyo," papar Khofifah.

"Artinya, orang itu kemudian tidak eksklusif, orang itu tidak tertutup, orang itu menjadi open minded bahwa ada dinamika kehidupan. Maka perubahan adalah sebuah sunatullah, itu eksplorasi saya. Sehingga ketika misalnya saya tahu umur saya berapa, tapi saya tahu bahwa Jawa Timur ini sudah menjadi awal mendapatkan bonus demografi. Maka saya harus bersama dengan milenial, saya harus bertanya pada generasi Z," imbuhnya.

Selain itu, Khofifah yang juga merupakan alumnus FISIP Unair ini mengaku cukup sering mengundang Prof Soetandyo untuk memberikan materi di organisasi PMII hingga IPPNU.

"Saya mendapatkan pendalaman yang luar biasa karena saya waktu itu ketua PMII dan Ketua IPPNU yang sangat sering mengundang beliau. Beliau tidak pernah saya melihat dijemput atau maaf, tanya honor, sama sekali tidak pernah. Jadi luar biasa ilmu yang beliau tularkan," lanjutnya.


Tak hanya itu, Khofifah juga mengingat bagaimana Prof Soetandyo menyampaikan pentingnya civil society. Hal ini lah yang terus diingat Khofifah.

"Dulu berbicara civil society di era orde baru itu sebetulnya sesuatu yang banyak orang sungkan, pintu itu seolah-olah tertutup. Nah pada posisi itulah Prof Soetandyo sebetulnya sedang membuka pikiran banyak orang, bukan hanya Fisip Unair atau Jawa Timur, tapi siapa saja yang berinteraksi secara pemikiran dengan beliau, saya rasa pasti akan mendapatkan pengayaan anti kemiskinan yang itu luar biasa," pungkas Khofifah.

Sebelumnya, Soetandyo FISIP Unair Awards merupakan ajang penghargaan bagi setiap tokoh yang menjadi inspirasi dalam menularkan semangat Prof Soetandyo untuk memberi manfaat kepada bangsa dan
(hil/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com