Pengakuan Tersangka Penculik dan Pembunuh Seorang Suami di Surabaya

Pengakuan Tersangka Penculik dan Pembunuh Seorang Suami di Surabaya

Amir Baihaqi - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 19:39 WIB
Bambang Irawan yang awalnya menculik hanya untuk menakuti korban (Foto: Amir Baihaqi)
Bambang Irawan yang awalnya menculik hanya untuk menakuti korban (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Bangkit Maknutu Dunirat (32) ditemukan tewas usai diculik di Surabaya. Korban diculik karena selalu mengelak saat ditagih utang cicilan mobil miliknya. Lalu bagaimana pengakuan tersangka usai membunuh korban?

Salah satu tersangka Bambang Irawan (27) mengaku awalnya menculik korban hanya untuk menakut-nakutinya saja. Tujuannya agar utang tagihan kredit mobil atas nama istrinya, Rulin Rahayu Ningsih, segera dilunasi.

"Awalnya saya hanya nakut-nakutin saja agar ndang dibayar (utang cicilan kredit mobilnya) soalnya penghasilan saya sama istri itu selalu habis buat bayar tagihan yang korban buat itu," ungkap Bambang kepada awak media, Jumat (18/10/2019).


Namun, ia menjadi gelap mata karena saat di dalam mobil, korban malah melompat dan berusaha melarikan diri. Akibat upaya korban itu, mobil tersangka akhirnya menabrak mobil lain dan harus mengganti rugi.

"Kejadian korban kabur di Ketintang itu menjadikan saya gelap mata. Karena saya harus ganti rugi mobil yang saya tabrak," tutur Bambang.

"Kemudian saya memutuskan membunuh waktu di perjalanan di atas mobil. Terus ada yang bilang (M Imron menyuruh) buang saja ke Cangar," bebernya.

Saat ditanya apakah menyesal dengan perbuatannya itu? Bambang mengakui sangat menyesal. Sebab, ia telah gelap mata sampai membunuh korban.

"Saya menyesal karena saya gelap mata," lirih Bambang.

Rulin Rahayu Ningsih (32) yang merupakan istri Bambang mengaku tidak mengetahui kalau korban sampai dibunuh. Karena ia mengira setelah diculik korban akan diserahkan ke polisi yang memang selama ini telah dia laporkan ke polisi saat menagih di Sumenep, Madura namun belum ada tindaklanjut laporannya.


"Saya belum tahu (kalau dibunuh). Soalnya suami saya ini yang saya tahu sudah laporan ke polsek Sumenep waktu saya nagih beberapa tanggungannya dia (korban)," terang Rulin.

"Suami saya juga sering komunikasi dengan orang polres Sumenep. Jadi saya pikir suami saya ini akan membawa yang ke berwajib. Tapi kenyataannya saya nggak tahu kalau bakalan seperti ini," sesal Rulin. (fat/iwd)