Emak-emak yang Teriak Pemprov Jatim Bobrok Hingga Viral Ternyata Depresi

Emak-emak yang Teriak Pemprov Jatim Bobrok Hingga Viral Ternyata Depresi

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Jumat, 18 Okt 2019 18:04 WIB
Emak-emak yang Teriak Pemprov Jatim Bobrok Hingga Viral Ternyata Depresi
Pertemuan pihak Pemprov Jatim dengan keluarga MTH/Foto: Istimewa
Surabaya - Sebuah video emak-emak berteriak Pemprov Jawa Timur bobrok viral di media sosial. Ternyata, emak-emak berinisial MTH itu depresi berat.

"Pemerintahan Jawa Timur bobrok. Rakyatnya bobrok. Korupsi. Sudah ada buktine," teriak MTH sambil mengacung-acungkan tangan kanan di Bandara Juanda Surabaya, seperti dalam video yang dilihat detikcom beberapa hari lalu.


Menanggapi hal itu, Pemprov Jatim melalui Bakesbangpol mendatangi kediaman MTH, yang berada di Desa Sumbergasing RT 02 RW 05, Kecamatan Gedangan, Malang. MTH merupakan seorang TKW di Dubai, Uni Emirat Arab.

Saat mendatangi MTH, Kepala Bakesbangpol Jatim Jonathan Judianto menyampaikan, pihaknya mendapatkan fakta baru. MTH mengidap depresi berat. Saat diajak berbicara, MTH kerap emosi.

"Ternyata orangnya depresi berat. Yang mengecek ke sana Kepala Bidang Kewaspadaan Bakesbangpol Jatim. Waktu ke Surabaya dia barangnya hilang," kata Jonathan kepada detikcom di Surabaya, Jumat (18/10/2019).

Hingga kini, Jonathan juga tidak mengetahui di mana dan barang apa yang hilang. Karena saat diajak berbicara, menurutnya MTH hanya marah-marah.

Selain itu berdasarkan keterangan dari suami MTH, yang bersangkutan pernah bekerja ke Singapura. Namun dipulangkan karena depresi ringan.


"Dia itu ndak bisa diajak ngobrol, isinya cuma marah-marah. Ternyata dia pernah kerja ke Singapura juga dipulangkan karena waktu itu depresi ringan," papar Jonathan.

"Artinya, ibu itu ndak bisa diajak ngomong. Marah-marah terus ndak mau keluar kamar, ndak mau diajak ngomong. Ini yang cerita suaminya saat tim kami ke rumahnya. (Barang yang hilang apa) ini juga ndak bisa ditanya. Suaminya juga ndak paham apa saja yang hilang. Pesawatnya pakai apa juga ndak bisa ditanya. Kemudian perusahaan tenaga kerja yang menyalurkan juga ndak bisa, dia ndak jawab," pungkas Jonathan.
Halaman 2 dari 2
(sun/bdh)
Berita Terkait