Dimas Kanjeng Kembali Jalani Sidang, Kasusnya Penipuan Rp 13 M

Dimas Kanjeng Kembali Jalani Sidang, Kasusnya Penipuan Rp 13 M

Amir Baihaqi - detikNews
Rabu, 16 Okt 2019 16:59 WIB
Dimas Kanjeng menjalani sidang (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Taat Pribadi alias Dimas Kanjeng kembali menjalani sidang baru dalam kasus perkara penipuan dan penggelapan. Dalam sidang perdana yang dipimpin Ketua Majelis Hakim R Anton Widyopriyono itu, Dimas Kanjeng hadir sendirian tanpa didampingi tim pengacara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) mendakwa Dimas Kanjeng telah melakukan penipuan atas nama Najmiah pada tahun 2013 sampai 2015. Korban tergiur menjadi santri di padepokan Dimas Kanjeng karena diiming-imingi uangnya akan digandakan.

Karena itu, korban kemudian menyerahkan uang sebesar Rp 13 miliar lebih dengan cara ditransfer secara bertahap ke salah satu rekening santrinya bernama Suryono. Uang tersebut kemudian diserahkan santrinya kepada Dimas Kanjeng.


"Bahwa selanjutnya Hj. Najmiah menyerahkan uang kepada terdakwa Taat Pribadi secara transfer melalui rekening Suryono dalam kurun waktu tahun 2013-2015 sebanyak 19 kali dengan total Rp 13.925.000.000," kata JPU M Nizar saat membacakan dakwaan di ruang sidang Cakra Pengadilan Negeri Surabaya, Rabu (16/10/2019).

"Uang tersebut kemudian oleh Suryono diserahkan kepada terdakwa Dimas Kanjeng Taat Pribadi, sebagian lagi diserahkan kepada Mishal Budianto, Heriyanto, dan Safii untuk pembangunan Padepokan," M Nizar menambahkan.

Dalam sidang tersebut JPU menghadirkan 2 orang saksi yakni Abdul Salam dan Suryono. Kedua saksi ini merupakan murid atau santri di padepokan milik Dimas Kanjeng yang mendapat gelar Sultan Agung.