Korban Investasi Bodong di Mojokerto Lapor Ulang ke Polisi, Kenapa?

Enggran Eko Budianto - detikNews
Selasa, 15 Okt 2019 18:52 WIB
Korban Investasi bodong PT RHS Group kembali melapor ke Polresta Mojokerto. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Korban Investasi bodong PT RHS Group kembali melapor ke Polresta Mojokerto. (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Para korban investasi bodong PT RHS Group di Mojokerto membuat laporan ulang ke Polres Mojokerto Kota. Pasalnya, laporan sebelumnya telah dicabut salah seorang korban secara sepihak.

Belasan korban investasi bodong PT RHS Group kembali mendatangi Mapolres Mojokerto Kota di Jalan Bhayangkara. Kedatangan mereka didampingi tim pengacara dari Surabaya.

Pengacara para korban Tuty Laremba mengatakan, pada laporan pertama Selasa (3/9), pihaknya menunjuk Lailatul Maghfiroh sebagai pelapor tunggal mewakili 109 korban. Penunjukan Lailatul juga atas saran dari penyidik Satreskrim Polres Mojokerto Kota. Karena wanita asal Desa/Kecamatan Sooko itu menjadi korban sekaligus pernah menjadi pegawai bagian administrasi di kantor cabang PT RHS di Mojokerto.


"Ada indikasi itu (tekanan dari PT RHS Group) sehingga tanpa sepengetahuan korban lainnya, dia mencabut laporannya," kata Tuty kepada detikcom di Mapolres Mojokerto Kota, Selasa (15/10/2019).

Ironisnya, lanjut Tuty, saat mencabut laporannya pada Rabu (9/10), Lailatul justru didampingi pengacara Urip Mulyadi. Padahal Urip juga menjadi pengacara bagi Tim 9 dan Kepala Cabang PT RHS Mojokerto Dwi Sanyoto.

"Kalau beliau (Urip) membaku sebagai pengacara terlapor dan sekarang mengaku sebagai pengacara korban, itu tidak sesuai kode etik sebagai pengacara," ujarnya.
Selanjutnya
Halaman
1 2 3