detikNews
Senin 14 Oktober 2019, 21:25 WIB

Berkat Patroli Cyber, Tawuran 2 Genk di Surabaya Dapat Digagalkan

Amir Baihaqi - detikNews
Berkat Patroli Cyber, Tawuran 2 Genk di Surabaya Dapat Digagalkan Foto: Amir Baihaqi
Surabaya - Polisi terus bergerak menyelidiki dan menangani perseteruan antar genk yakni all stars dan genk kampung jawara yang melibatkan anak-anak di Surabaya. Hasilnya, polisi mengamankan 9 anak-anak dari genk all stars yang berencana melakukan aksi balas dendam.

"Dari penanganan itu dapat kita lakukan penetapan tersangka ada 9 orang yang 2 dewasa yang sekarang ditahan di rutan Polrestabes di Surabaya. Sedangkan yang 7 masih anak-anak," kata Kasar Reskrim Polrestabes Surabaya AKBP Sudamiran kepada wartawan di depan halaman gedung Anindita Mapolres Surabaya, Senin (14/10/2019).

"Sesuai dengan pengadilan anak, kita tidak tahan tapi kita titipkan ke shelter yang bermasalah dengan hukum dari Pemkot Surabaya. Karena pagi masih sekolah dan siangnya masuk lagi," Sudamiran menambahkan.

Menurut Sudamiran, penangkapan 9 anggota genk itu berawal dari temuan patroli cyber yang mendeteksi bahwa pada malam minggu anggota genk selalu melakukan kegiatan pada malam minggu.


"Kita kemudian melalui patroli cyber dapat mendeteksi Sabtu Minggu lalu kita dapat melakukan penangkapan 9 anak. Kemudian Sabtu kemarin kita mengamankan 17 anak, 2 di antaranya perempuan," terangnya.

"Dari hasil pada malam minggu itu, selain mengamankan 9 orang dari genk all stars, polisi juga menyita sejumlah barang bukti, salah satunya adalah besi yang akan digunakan untuk membuat senjata tajam," lanjut Sudamiran.

Rencana pembuatan sajam itu dilakukan bertujuan untuk balas dendam dan menyerang genk kampung jawara. Namun hal itu urung terlanksana karena rencana itu terendus lebih dahulu oleh polisi.

"Ini tujuannya untuk balas dendam. Sekarang karena korbannya dari all stars mereka ingin membalas kepada kampung jawara. Alhamdulillah karena ini anak-anak kita kita lakukan pencegahan," beber Sudamiran.

"Dan genk all stars ini juga kita deteksi ada 61 akun WA Grup masing-masing grup itu ada banyak sampai 150 orang ada 200 dan 250, bervariasi. Kalau kita total ada sekitar 1.000," imbuhnya.


Menurut Sudamiran, perseteruan 2 genk ini berawal dari masalah penyekapan yang terjadi pada anggota genk kampung jawara pada tanggal 20 September. Anggota genk jawara ini dituduh telah merampas motor dan menganiaya dari anggota genk all stars.

"Ini berawal dari kejadian tanggal 20 September. Di mana ada satu korban yang disekap di 3 tempat. Yang pertama di Krembangan, kemudian di Simo dan Menganti yang dianiaya dan di video kemudian ditampilkan di salah satu akun facebook. Dari hasil itulah kemudian kita melakukan penyelidikan tanggal 22 kita dapat menemukan di Menganti, Gresik," tutur Sudamiran.

"Genk kampung jawara ini berlokasi atau base camp-nya ada di Simo Pomahan, sedangkan genk all stars ada di beberapa tempat di Surabaya Utara," tandas Sudamiran.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com