Tangani Kebakaran Gunung Arjuno, Khofifah Upayakan Water Bombing

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Senin, 14 Okt 2019 09:48 WIB
Gubernur Khofifah/Foto: Istimewa
Gubernur Khofifah/Foto: Istimewa
Surabaya - Kebakaran hutan dan lahan terjadi di Gunung Arjuno-Welirang. Gubernur Khofifah Indar Parawansa berkoordinasi dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) untuk meminta bantuan pemadaman melalui udara atau water bombing.

"Kami sudah mengirim surat dan koordinasi langsung dengan Kepala BNPB untuk meminta bantuan water bombing mengatasi karhutla di kawasan Gunung Arjuno-Welirang. Mengingat area terdampak karhutlanya cukup curam," kata Khofifah dalam siaran pers yang diterima detikcom di Surabaya, Senin (14/10/2019).

"Insya Allah hari Senin, helikopter untuk water bombing yang sedang digunakan di Jawa Barat untuk memadamkan karhutla di Gunung Malabar, akan dikirim ke Jawa Timur," imbuhnya.


Menurut Khofifah, penanganan karhutla melalui teknik water bombing sangat diperlukan. Selain medannya yang cukup berat, titik lokasi kebakaran juga hanya bisa ditempuh dengan berjalan kaki kurang lebih lima jam. Selain itu, cuacanya kurang mendukung di mana angin bertiup sangat kencang.

"Pemadaman dengan cara manual sebenarnya sudah kami lakukan. Namun dengan ketinggian dan medan tebing curam 60 derajat ditambah angin kencang, sudah empat hari ini tidak membuahkan hasil. Untuk efektivitas serta efisiensi dan mencegah karhutla semakin meluas, teknik water bombing ini sangat mendesak kita perlukan," paparnya.

Upaya pemadaman karhutla di Gunung Arjun-Welirang ini akan terus diupayakan. Mengingat, wilayah ini merupakan kawasan konservasi yang berfungsi melindungi sistem penyangga kehidupan, pengawetan dan tempat tinggal keanekaragaman jenis tumbuhan dan satwa.

Akibat karhutla ini, Khofifah menyebut beberapa tumbuhan dan satwa mulai terancam. Seperti cemara gunung, pohon manisrejo, edelweis, macan tutul, rusa hingga elang jawa.

"Apalagi periode Agustus sampai dengan Oktober 2019 ini tercatat sudah 28 kali kasus kebakaran cukup parah. Bila tidak segera ditangani akan terjadi kerusakan pada ekosistem hutan pegunungan yang bisa menyebabkan banjir dan tanah longsor di musim penghujan yang sebentar lagi akan datang ini," imbuh Khofifah.

Penanganan karhutla Gunung Arjuno-Welirang ini juga dilakukan lintas kabupaten. Untuk penanganan darurat saat ini telah diterbitkan surat pernyataan tanggap darurat bencana kebakaran hutan oleh Pemkab Mojokerto dan segera menyusul surat pernyataan dari Pemkab Malang, Pemkot Batu dan Pemkab Pasuruan. Surat pernyataan tanggap darurat ini sebagai salah satu prosedur dilakukannya water bombing.


Dalam upaya pemadaman melalui water bombing ini, Pemprov Jatim melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jatim juga berkoordinasi dengan Polda Jatim dan Kodam V Brawijaya. Koordinasi dan sinergi dengan TNI dan Polri ini terus dilakukan dalam proses pemadaman karhutla di Jatim.

Khofifah pun menyampaikan apresiasi dan terima kasihnya kepada seluruh pihak yang telah membantu. Gubernur perempuan pertama di Jatim ini juga mengajak masyarakat ikut mendoakan para relawan serta TNI dan Polri agar diberikan kesehatan dan keselamatan selama menjalankan tugas dan misi kemanusiaan.

"Di momen HUT ke-74 Provinsi Jatim ini saya mengajak seluruh masyarakat Jatim untuk bersama-sama mendoakan saudara kita para relawan serta TNI dan Polri yang saat ini terus berupaya keras memadamkan karhutla di Jatim. Semoga mereka semua diberikan keselamatan dan kelancaran serta mendapat ridho dari Allah SWT," pungkasnya. (sun/bdh)