Kisah Panji Sunangkoro yang Jadi Tema Festival Gandrung Sewu 2019

Ardian Fanani - detikNews
Sabtu, 12 Okt 2019 22:03 WIB
Festival Gandrung Sewu 2019/Foto: Ardian Fanani
Festival Gandrung Sewu 2019/Foto: Ardian Fanani

"VOC tahu bekas pasukan Rempeg selalu menyerang kapal laut berbendera Belanda. Mereka diadu domba," kata Fauzi.

Kapal yang membawa Mas Alit dan bekas pasukan Rempeg betul-betul bertemu dan berperang di laut utara Gresik tahun 1782. Mas Alit terbunuh, padahal secara diam-diam dirinya mendukung pejuang Banyuwangi merdeka dari Belanda.


Fauzi mengatakan jasad Mas Alit tenggelam di laut, yang kembali ke Banyuwangi hanya baju kebesarannya. Penyerahan replika baju kebesaran Mas Alit kepada Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, menjadi bagian adegan penutup Gandrung Sewu 2019.

Dia juga mengatakan, Belanda dalam catatan sejarahnya menulis Mas Alit tewas dibunuh perompak di laut. Padahal dari sudut pandang warga Banyuwangi, penyerangan kapal-kapal berbendera Belanda dilakukan pejuang Banyuwangi, bukan perompak.

"Pejuang-pejuang ini sudah berpamitan pada keluarga dan minta diikhlaskan bila tak kembali. Mereka justru sedang mempertahankan tanahnya," pungkas Fauzi.
Halaman

(sun/bdh)