detikNews
Jumat 11 Oktober 2019, 12:38 WIB

Pedagang Lamongan Sambut Gembira Pembatalan Minyak Goreng Curah

Eko Sudjarwo - detikNews
Pedagang Lamongan Sambut Gembira Pembatalan Minyak Goreng Curah Pedagang minyak curah di Lamongan/Foto: Eko Sudjarwo
Lamongan - Mendag membatalkan larangan penggunaan minyak goreng, disambut gembira pedagang di Lamongan. Pedagang menganggap, jika aturan pelarangan minyak goreng curah tetap diberlakukan bisa merugikan pedagang kecil.

Salah satu pedagang minyak goreng curah di Pasar Sidoharjo Lamongan, Choirun Nisa mengaku lega dengan pembatalan tersebut. Pasalnya, peraturan tersebut akan memberikan dampak negatif terhadap pedagang kecil.

"Bagi pedagang kecil, jelas ini menyulitkan dan melemahkan daya beli masyarakat, karena masyarakat biasanya membeli dalam jumlah kecil dan seperlunya," ujar Nisa saat dikonfirmasi, Jumat (11/10/2019).


Nisa menambahkan, minyak goreng curah memang banyak diminati masyarakat. Karena selain bisa dibeli secara eceran, harga minyak goreng curah juga lebih murah dibandingkan dengan minyak goreng kemasan.

"Minyak goreng curah harganya Rp 9.500/kg, sedangkan minyak kemasan Rp 10 ribu untuk 900 mili liter" tuturnya.

Sementara Kepala Disperindag Lamongan Muhammad Zamroni mengatakan, peraturan larangan penggunaan minyak goreng curah memiliki tujuan positif. Menurut Zamroni, tujuan positifnya yaitu sebagai bentuk perlindungan terhadap konsumen dengan memberikan jaminan aspek higienis, sehat, dan halal, karena minyak goreng curah rentan terkontaminasi air, binatang atau benda lain.

"Inti dari aturan Permendag tersebut untuk memperhatikan kesehatan konsumen, pedagang Lamongan rata-rata sediakan kemasan dan minyak goreng curah," tutur Zamroni.




Tonton video Tarik Ulur Kebijakan Mendag Soal Pelarangan Minyak Goreng Curah:

[Gambas:Video 20detik]



(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com