detikNews
2019/10/10 18:29:55 WIB

BPCB Jatim Sebut Perahu Baja di Bengawan Solo Punya Nilai Sejarah

Eko Sudjarwo - detikNews
Halaman 1 dari 2
BPCB Jatim Sebut Perahu Baja di Bengawan Solo Punya Nilai Sejarah Tim BPCB Jatim saat memeriksa perahu baja di Bengawan Solo. (Eko Sudjarwo/detikcom)
Lamongan - Teka-teki soal perahu baja di Sungai Bengawan Solo, Desa Mertani, Kecamatan Karanggeneng, mulai terkuak. Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB) Jatim memastikan perahu tersebut pantas diangkat karena mengandung nilai sejarah.

Arkeolog BPCB Wicaksono Dwi Nugroho mengatakan, dari analisis sementara yang dilakukan, diketahui perahu baja tersebut semacam sekoci. Perahu itu sebagai alat angkut yang digunakan pada masa kolonial sebelum perang kemerdekaan.

Perahu baja ini, kata Wicaksono, memiliki ciri bagian depan lancip, sementara bagian buritan tumpul dan membentuk segitiga panjang.


"Dari identifikasi awal yang kami lakukan dengan melakukan pengukuran, kemudian melihat profil-profil yang tampak, kami berhasil mengidentifikasi ada tiga kapal yang terbuat dari bahan baja. Secara keseluruhan berbentuk segitiga atau buritan berbentuk lurus atau rata. Sedangkan bagian depan meruncing," kata Wicaksono kepada wartawan seusai memeriksa bangkai perahu baja yang masih terpendam di Bengawan Solo, Kamis (10/10/2019).

Dari identifikasi awal, terang Wicaksono, perahu baja ini bagian buritan atau belakang berukuran 1,5 meter dengan ketinggian perahu sekitar 75 cm. Sedangkan panjang lebih dari 4 meter karena sebagian masih terpendam lumpur.

Hasil identifikasi diketahui bahwa dinding perahu ada bagian yang berlubang seperti bekas senjata. Lubang tersebut berdiameter sekitar 15-20 cm.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com