detikNews
2019/10/10 15:27:24 WIB

Ranitidin Beredar di Apotik, Dinkes Kota Pasuruan Minta Warga Tenang

Muhajir Arifin - detikNews
Halaman 1 dari 2
Ranitidin Beredar di Apotik, Dinkes Kota Pasuruan Minta Warga Tenang Foto: Zaki A
Pasuruan - BPOM memerintahkan penarikan obat asam lambung dengan zat ranitidin yang tercemar N-Nitrosodimethilamine (NDMA). Bahan ini bisa memicu kanker (karsinogenik) jika dikonsumsi lebih dari ambang batas secara terus menerus dalam jangka waktu yang lama.

Menanggapi hal itu, Dinas Kesehatan Kota Pasuruan meminta masyarakat tenang.

"Pertama karena obat jenis ini tak beredar di puskesmas, hanya ada di apotik dan rumah sakit," kata Plt Kepala Dinkes Kota Pasuruan, Shierly Marlena, Kamis (10/10/2019).


Shierly menjelaskan, obat asam lambung mengandung ranitidin di apotek dan rumah sakit di Kota Pasuruan terdiri dari bentuk tablet dan cairan injeksi. Obat dalam bentuk cairan injeksi ini yang diperintahkan untuk ditarik.

"Kalau yang dalam bentuk tablet, aman dikonsumsi. Yang bentuk injeksi kalau dikonsumsi terus-menerus dalam jangka waktu lama bisa memicu kanker. Sementara selama ini jarang pasien mengonsumsi yang injeksi. Bentuk injeksi dikonsumsi saat darurat saja, setelah kondisi membaik, ganti tablet," terang Shierly.
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com