Minyak Curah Akan Dilarang, Pengusaha Hingga Pedagang Gorengan Resah

Suparno - detikNews
Rabu, 09 Okt 2019 10:09 WIB
Penjual gorengan di Sidoarjo (Suparno/detikcom)
Penjual gorengan di Sidoarjo (Suparno/detikcom)

Setiap hari berjualan di Terminal Porong, total ia mengeluarkan modal sekitar Rp 600 ribu. Setelah dagangan habis, ia mengantongi uang Rp 750. Ia berkeberatan jika harus mengeluarkan bujet untuk membeli minyak dengan harga lebih mahal.

"Kalau minyak curah tidak boleh dipasarkan, kemudian pedagang gorengan harus beralih ke minyak kemasan, itu sangat merugikan karena pedagang bakal mengalami kerugian," kata Dwi.


Keluhan yang sama disampaikan oleh Sri Rahayu (36), pedagang gorengan pohong (singkong) keju. Jika rencana larangan minyak curah diberlakukan, menurutnya, akan banyak pedagang gorengan yang gulung tikar.

Pada hari biasa, ia menghabiskan 200 kg pohong, sementara pada Sabtu dan Minggu sebanyak 250-300 kg pohong. Setiap hari ia menghabiskan sekitar 46 kg minyak curah.

"Kalau pedagang harus menggunakan minyak kemasan, bakal merugi karena untungnya sedikit. Belum lagi memberikan upah ke pekerja. Kami berharap, kalau memang itu benar, harga minyak kemasan harus murah," kata Sri.
Halaman

(sun/bdh)