Polisi Banyuwangi Bentuk Satgas Anti Judi Pilkades

Polisi Banyuwangi Bentuk Satgas Anti Judi Pilkades

Ardian Fanani - detikNews
Selasa, 08 Okt 2019 17:18 WIB
Foto: Ardian Fanani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Satuan tugas (satgas) Anti Judi dibentuk untuk menindak oknum yang memanfaatkan momen pilkades serentak. Selain menjadi penyakit sosial di masyarakat, ajang perjudian ini juga membuat kondisi memanas hingga berujung bentrok antar pendukung.

"Kita sudah membentuk Satgas untuk mengantisipasi hal itu (perjudian). Dari anggota Reskrim dan Intel kita libatkan," kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi kepada detikcom, Selasa (8/10/2019).

Jika nantinya ditemukan adanya oknum yang terbukti melakukan perjudian saat perhelatan, pihaknya akan memproses secara hukum sesuai dengan Kitab KUHP yang berlaku.

"Kita akan tindak, baik itu kecurangan, perjudian, maupun tindak pidana lainnya untuk memastikan Pilkades terlaksana secara aman, jujur dan bersih," terangnya.

Selain itu, pihaknya juga memberikan atensi khusus terhadap 7 desa di dua kecamatan, yakni Kecamatan Muncar dan Kabat karena masuk kategori sangat rawan terjadi konflik saat hari pencoblosan besok.

"Kita sudah melakukan pemetaan, 92 desa masuk kategori rawan, 32 desa rawan, dan 7 desa sangat rawan (terjadi konflik), yakni di Kecamatan Muncar dan Kabat," ujarnya.


Tingkat kerawanan tersebut, kata Taufik, berdasarkan sejarah Pilkades-Pilkades sebelumnya yang kerap timbul konflik baik saat pencoblosan maupun paska pencoblosan.

"Selain itu, ada beberapa desa yang TPS-nya dijadikan satu, sehingga rawan timbul konflik karena pendukung para calon bertemu dalam satu tempat. Termasuk juga kerawanan ajang perjudian," ujarnya.

Oleh sebab itulah, di 7 desa dengan kategori rawan tersebut pihaknya akan menempatkan 2 personil aparat kepolisian di tempat pemungutan suara (TPS).

"Untuk pengamanan di daerah aman, 1 personil bisa mengcover 2-3 TPS. Di zona rawan 1 personil 1 TPS. Dan daerah sangat rawan, 1 TPS akan dijaga oleh 2 personel," pungkasnya.

Sementara Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik dengan terbentuknya satgas Nati Judi Pilkades tersebut. Menurutnya, sudah tidak zaman lagi mencari untung dari ajang perjudian. Selain memperkeruh suasana, ajang judi pilkades membuat masyarakat tidak tenang dalam melakukan pemilihan pemimpin di desanya.

"Kami kita warga juga mengawasi kegiatan terlarang itu. Jika ada segera laporkan ke Pak Polisi. Agar segera ditindak," tambahnya.


Simak juga video "Lantunan Asmaul Husna dari Polwan Surabaya Sambut Para Demonstran" :

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)