Refleksi Duka Ibu Pertiwi, Warga Blitar Pasang Lilin dan Doa Lintas Agama

Erliana Riady - detikNews
Senin, 07 Okt 2019 21:21 WIB
Doa bersama lintas agama di blitar (Foto: Erliana Riady)
Blitar - Massa dari mahasiswa dan komunitas lintas agama malam ini berdoa bersama. Mereka menggelar acara ini di bawah patung Bung Karno, sebagai refleksi kondisi duka sang ibu pertiwi. Doa bersama ini agar Indonesia kembali dalam kondisi aman, tentram dan damai.

Puluhan lilin dinyalakan, foto Randi dan dokter Soeko dipajang. Randi adalah mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) yang tewas pascabentrokan dengan polisi di Kendari. Sedangkan dokter Soeko , menjadi korban kerusuhan massa di Wamena, Papua.

Udara merayap dingin, di sela aroma dupa yang menyeruak lembut. Seutas tali pita merah putih terikat erat di lengan kanan. Mahasiswa menyanyikan lagu 'Kulihat Ibu Pertiwi'.

Muncul wanita berkebaya, terlilit tali hitam yang ditarik kuat empat pria. Di belakang teatrikal itu, puisi tentang berbagai kesedihan yang menimpa bangsa Indonesia dibacakan.


"Sudahi tangismu bu, kami menyudahi semua kesedihanmu. Kami mulai merajut bu, kami merajut kebhinekaan, karena kami bersaudara".

Dipimpin Ketua MUI Kota Blitar, H Subakir, doa lintas agama dimulai. Dalam satu tangkupan tangan, semua perwakilan umat beragama ikut larut dalam doa bersama.

"Ya Tuhan Yang Maha Kuasa, berikanlah kedamaian bangsa Indonesia. Sehingga bangsa kami mampu melaksanakan tugas bersama untuk kemajuan bangsa," ucap Subakir saat memimpin doa.

Setelah itu, Pendeta juga memimpin doa untuk kedamaian bangsa. Dilanjutkan Pastor yang membacakan doa untuk kesejahteraan bangsa.

"Ampunilah kesalahan kami yang memilih jalan jahat untuk kepentingan kami. Berkatilah orang-orang yang Engkau pilih untuk membawa bangsa ini lebih baik. Tuhan berkatilah korban-korban yang meninggal atas kedamaian yang kami koyakkan," doa sang Pastor.


Kemudian disusul Pendeta Hindu membacakan mantram Gayatri dan mantram Shanti Wata. Dan terakhir, pimpinan umat Kong Huchu ikut melantunkan doa dalam alunan nada, seiring desiran angin malam.

Wakapolresta Blitar Kompol Nur Halim, dalam sambutannya menyampaikan terima kasih atas kepedulian warga Kota Blitar.

"Terima kasih untuk semuanya. Kami juga memohon maaf kepada semuanya. Semoga doa kita bisa membawa damai di Indonesia," katanya.

Acara diakhiri dengan jabat tangan dan penyerahan karangan bunga kepada Wakapolresta Blitar. Dan mereka mengumpulkan lilin di depan foto kedua korban ketidakdamaian di Indonesia. (iwd/iwd)