"Kita melakukan konsolidasi agar kondisi Banyuwangi tetap aman dan kondusif. Ini untuk menyikapi beberapa peristiwa yang terjadi di Jakarta dan beberapa wilayah lainnya," kata Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah usai digelar pertemuan di Hall Mendut Sport Center, Jumat (4/10/2019).
Kapolres menambahkan, untuk menjaga kondusivitas bukan semata-mata menjadi tugas aparat kepolisian. Tetapi merupakan kewajiban bersama seluruh elemen masyarakat. Untuk itu polisi bersama BEM se-Banyuwangi berkomitmen untuk sama-sama menjaga wilayahnya tetap aman.
"Ke depan kita berkomitmen semua, BEM, kita sama-sama menjaga kondusivitas wilayah," jelasnya.
Secara terpisah, Presiden Mahasiswa Untag 1945 Banyuwangi, Rifqi Nuril Huda menyatakan, dalam pertemuan tersebut BEM se-Banyuwangi mengaku agar tidak terjadi tindakan represif terhadap mahasiswa yang sedang menyampaikan pendapat. Dia mengapresiasi respon Kapolres dan Wakapolres Banyuwangi yang welcome.
"Kami senang pak Kapolres dan Pak Wakapolres mau berdialog. Awalnya kami tidak terlalu kenal dengan Pak Kapolres dan Wakapolres. Kemarin kita bisa lebih dekat dan berdiskusi mengenai kondisi nasional hingga daerah," katanya saat dihubungi.
Dalam diskusi tersebut, lanjut dia, perwakilan BEM se-Banyuwangi sepakat akan menjaga kondusivitas Banyuwangi. Jika mereka melakukan aksi penyampaian pendapat akan dilakukan dengan cara yang damai.
"Kesepakatannya Deklarasi bersama tidak represif terhadap Mahasiswa dan bersama-sama menjaga Banyuwangi yang damai," pungkasnya. (fat/fat)











































