Sinergi Polisi dan Mahasiswa di Gresik Lewat Program Nasi Krawu

Amir Baihaqi - detikNews
Senin, 30 Sep 2019 00:29 WIB
Foto: dok. Istimewa
Gresik - Dua mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO), Immawan Randi dan M Yusuf, menunggal saat aksi unjuk rasa di Kendari, Sulawesi Tenggara. Mengantisipasi terulangnya hal itu, Polres Gresik menggelar dialog dan silaturahmi dengan para mahasiswa.

Kapolres Gresik AKBP Kusworo Wibowo mengatakan acara dialog dan silaturahmi dengan mahasiswa itu juga sebagai ajang perkenalannya. Sebab, ia tercatat baru tiga hari ini menjabat. Ia berharap, dari silaturahmi itu, mahasiswa nantinya bisa turut berkontribusi menjaga situasi Gresik tetap kondusif.

"Saya memperkenalkan diri, kemudian saya ingin bersinergi dengan mahasiswa dan ingin bermanfaat buat Gresik. Saya harap mahasiswa juga berkontribusi menjaga situasi kondusif Gresik," kata Kusworo kepada detikcom, Minggu (29/9/2019).

"Saya mulai aktif hari Jumat, berarti ini hari ketiga. Jumat siang langsung kita salat gaib, Sabtu malam saya langsung cangkruk dengan mahasiswa," tambahnya.


Bahkan, lanjut Kusworo, ia sudah menyiapkan program sinergi sebagai wadah dialog antara polisi dan mahasiswa untuk menjaga Gresik tetap kondusif. Program itu ia namakan 'Nasi Krawu', yang merupakan akronim dari 'Nyangkruk Bareng Polisi untuk Kerukunan Semua'.

"Saya kemarin bertugas sebagai Kapolres Jember. Di sana itu khasnya cerutu, jadi kami menamakan program cangkrukan bercerutu. Jadi ketika ada permasalahan-permasalahan, saya melibatkan mahasiswa juga dengan berdiskusi," kenang Kusworo.

"Nah, di Gresik, karena khasnya adalah nasi krawu, program kami adalah Nasi Krawu, itu Nyangruk Bareng Polisi untuk Kerukunan Kita Semua," lanjutnya.

Dalam silaturahmi itu, Kusworo juga meminta kepada para mahasiswa tidak sungkan-sungkan memberitahukan jika ada agenda atau seminar. Sebab, ia siap sedia membantunya.


"Saya minta, kalau ada agenda-agenda mahasiswa apa, saya bisa bantu. Yang penting kita jaga situasi kondusif di Gresik. Kemarin kami sudah laksanakan salat gaib bersama mahasiswa IMM, ada HMI, ada PMII. Intinya saya ingin menciptakan kondisi Gresik kondusif," imbaunya.

"Bahkan lebih daripada itu, kami ingin bersinergi dengan lebih bermanfaat untuk Gresik antara mahasiswa dengan polisi. Barangkali kita mengadakan seminar-seminar juga." tambah Kusworo.

Dikatakan Kusworo, dialog dan silaturahmi serta gagasannya mendapat sambutan positif dari mahasiswa. Mereka bahkan mengaku bersedia proaktif bersama polisi menjaga Gresik yang kondusif.

"Sambutannya alhamdulillah. Tanggapan mereka positif. Mereka proaktif dan mau bersama-sama menyambutnya," pungkas Kusworo. (iwd/iwd)