Wujud Syukur Hasil Tangkapan, Warga Madiun Larung Sesaji di Waduk Bening

Sugeng Harianto - detikNews
Minggu, 29 Sep 2019 16:45 WIB
Ikan raksasa dilarung (Foto: Sugeng Harianto)
Madiun - Ribuan warga Madiun memadati pinggiran lokasi Waduk Bening dan menggelar ritual Larung sesaji. Acara yang digelar bertepatan di bulan Muharam atau suro itu sebagai wujud syukur atas hasil alam yang melimpah.

Dalam larung sesaji ini ada dua gunungan besar yakni ikan, bawang merah serta sebuah replika ikan diarak sepanjang dua kilo meter dari pintu utama masuk waduk menuju panggung utama.

"Kami menyambut dengan bahagia acara larung sesaji ke-14 yang diadakan di Bendungan ini. Tentu saja merupakan penghargaan terhadap keberadaan Kita sebagai manusia yang tidak terlepas atau tidak dipisahkan untuk penghormatan pada alam semesta," ujar Dirut Perum Jasa Tirta I, Raymond Valiant Ruritan, dalam sambutannya, di Wadung Bening Saradan Madiun, Minggu (29/9/2019).

Gunungan ikan setinggi sekitar dua meter, kata Raymond, melambangkan hasil alam dan gunungan bawang merah lambang hasil pertanian kabupaten Nganjuk yang air pengairan berasal dari waduk bening. Acara larung sesaji bogo mulyo, Lanjut Raymond, merupakan wujud syukur yang digelar dalam rangkaian sepasar ing waduk bening (lima hari di waduk bening).


fFoto: Sugeng Harianto

"Hasil ikan yang melimpah dari waduk bening dan pertanian bawang merah kabupaten Nganjuk, yang terairi dari waduk ini (waduk bening)," ujarnya.

Sementara itu Bupati Madiun, H Ahmad Dawami, dalam sambutannya menyampaikan, masyarakat harus menjaga alam termasuk hasil waduk untuk tidak merusak. Pihaknya juga melarang pengunjung untuk melakukan penangkapan ikan dengan cara pemakaian obat.

"Mohon tidak ada yang mengobat waduk untuk menangkap ikan. Kalau diobat ikannya mati semua. Karena kalau ada yang mengobat waduk berarti belum sejahtera, tapi tidak boleh orang Madiun," ujar Bupati Madiun.

Kaji mbing sapaan bupati Madiun, berharap lokasi wisata waduk bening akan menjadi sasaran wisatawan untuk menikmati keindahan alamnya. "Tahun depan insyaallah oleh Jasa Tirta aksn dibuatkan event yang lebih meriah menghadirkan artis ibukota,' tandasnya.

Pantauan detikcom, puncak acara larung sesaji bogo mulyo dan tasyakuran dan doa bersama ke 14, dengan melarung replika ikan dan tabur bunga di air waduk bening. Sedangkan gunungan ikan mujahir dan nila menjadi rebutan pengunjung yang memadati lokasi wisata waduk bening di Dusun Petung Desa Pajaran Kecamatan Saradan.


Sebelum acara puncak, dilakukan pertunjukan pentas seni pesilat dan seni kesenian dongkrek asli Kabupaten Madiun.

Waduk bening memiliki luas permukaan air waduk sekitar 570 hektar dengan volume waduk normal 33 juta meter kubik. Saat ini Waduk Bening Widas dikelola oleh Jasa Tirta, Perhutani dan Pemkab Madiun.

Sebelah utara dari waduk bening widas terdapat sebuah gunung yang bernama Gunung Pandan. Gunung tersebut berstatus gunung api istirahat dan tidak aktif. Gunung tersebut merupakan perbatasan antara Kabupaten Madiun, Kabupaten Nganjuk, dan Kabupaten Bojonegoro. (iwd/iwd)