Gebyar Expo Barang Bukti Ditutup, 152 Kendaraan Ketemu Pemiliknya

Amir Baihaqi - detikNews
Minggu, 29 Sep 2019 15:59 WIB
Warga yang ingin mencari kendaraannya yang hilang (Foto: Amir Baihaqi)
Warga yang ingin mencari kendaraannya yang hilang (Foto: Amir Baihaqi)
Surabaya - Gelaran Gebyar Expo Pengembalian Barang Bukti Hasil Kejahatan Polda Jatim ditutup hari ini. Sebanyak 152 barang bukti kendaraan terdiri dari R2, R4, dan R6 berhasil ditemukan oleh pemiliknya.

Kapolda Jatim Irjen Luki Hermawan mengatakan, selama lima hari digelar, acara tersebut juga mampu menyedot sebanyak 6.333 pengunjung dari berbagai daerah.

"Hari ini penutupan hari ke-5 kegiatan gebyar. Pengunjung 6.333 orang. Selama 5 hari 152 BB ditemukan di sini, diambil langsung masyarakat dari R2, R4 dan R6," kata Luki usai menutup acara di Mapolda Jatim Jalan Ahmad Yani, Minggu (29/9/2019).


Luki melanjutkan meski telah ditutup, kegiatan Gebyar Expo Penemuan Barang Bukti Hasil Kejahatan akan terus dilanjutkan. Untuk itu, pihaknya saat ini tengah menyiapkan aplikasi online yang nantinya mempermudah masyarakat yang kehilangan untuk mencari.

"Kami akan terus melakukan kegiatan ini. Kita benahi sistemnya. Kita akan menggunakan aplikasi online dan nanti data barang bukti dari polres-polres, nomor mesin, dan rangka sehingga masyarakat bisa melihatnya," beber Luki.

"Ini dalam rangka pelayanan masyarakat lebih baik lagi. Akan lakukan secara berkala. Ini penting, maraknya pelaku kejahatan curanmor, penipuan, penggelapan," tambah Luki

Hal itu dilakukan karena masyarakat yang mencari barang bukti bukan saja dari Jatim saja. Tapi masyarakat dari luar Jatim juga mencari langsung barang-barang mereka.


"Bukan cuma Jatim, Jateng juga ada," ujar Luki.

Menurut Luki, aplikasi online itu sebenarnya sudah ada, namun hanya untuk internal kepolisian saja. Aplikasi itu digunakan saat masyarakat yang mencari langsung ke polres-polres setempat. Sedangkan untuk aplikasi secara umum, sistemnya sedang disempurnakan sehingga nantinya bisa diakses ke publik secara luas.

"Aplikasi (saat ini) database-nya sekitar 6 ribu sekian. Dan 3 ribu sudah ditemukan pemiliknya. Kita belum buka online (untuk umum). Kita benahi sistemnya dahulu. Teknisnya nanti akan kita akan buka (diunduh) melalui android bisa atau google store," tandas Luki. (iwd/iwd)