Ribuan masyarakat Kabupaten Malang tampak tumplek blek datang menyaksikan kirab dihelat di Jalan Lintas Barat (Jalibar) Kepanjen hingga Sabtu (28/9/2019), malam itu.
Kirab ini diikuti tujuh tamu daerah lain di antaranya Kediri dan Probolinggo, delapan perusahaan, 43 peserta OPD di lingkungan Pemkab Malang, dan 33 kecamatan.
"Kirab Budaya yang rutin digelar tiap tahun untuk memeriahkan Hari Jadi ke-1259 Kabupaten Malang ini sangat bagus dan mampu menjadi daya tarik baik masyarakat Kabupaten Malang serta menambah kunjungan wisatawan. Kirab ini masuk dalam 3A Kepariwisataan yakni pada poin Atraksi. Dua A lainnya adalah Amenitas dan Aksesbilitas.
"Semoga rutin digelar dan semakin menarik sehingga tujuan dari event ini tercapai," puji Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata Adella Raung dalam sambutannya.
Gelaran Kirab Budaya dibuka penampilan Tarian Pesona Kabupaten Malang oleh Joko Roro Kabupaten Malang, disusul tarian kipas dari kelompok difable JCI Universitas Brawijaya di depan panggung utama atau titik finish.
Kemudian, penampilan menawan Marching Band Bhahana Swara Sangkakala Bhawana SMA Negeri 1 Kepanjen. Baru peserta kirab satu per satu mulai beraksi diawali rombongan mobil hias dari kontingen DPRD Kabupaten Malang dengan tema pewayangan Rama Shinta.
Disusul kontingen Sekretariat Daerah Kabupaten Malang yang dipimpin Sekretaris Daerah Kabupaten Malang Didik Budi Muljono dengan tema Topeng Malangan.
Diawali dari kontingen Kota Kediri yang menampilkan cosplay menarik dengan tema Harmoni Kota Kediri. Serasa tak mau kalah, rombongan tamu dari Kota Probolinggo beraksi dengan menampilkan tarian yang diperagakan 40 remaja putri.
Kontingen dari Bank Jatim juga memukau dengan tampilan street fashion dengan tema Tropical Forest, Save the Planet. SMK NU Miftahul Huda Kepanjen juga ambil bagian dengan tema Keragaman Budaya Indonesia yang diikuti para siswa-siswinya dan menampilkan mobil escafator yang dinamai Skid Steer Loader 018 serta ditutup mobil hias dari mobil alat berat jenis wheel loader bertema kepala singa berukuran besar.
Disusul kemudian penampilan seluruh mobil hias dari para OPD di lingkungan Pemkab Malang. Kontingen Dinas Pariwisata dan Kebudayaan menampilkan tema Malang Beach Run, sembari mempromosikan event Malang Beach Run pada 12 Oktober mendatang.
Memasuki malam hari, usai rehat beberapa menit, giliran kontingen dari 33 kecamatan yang menampilkan atraksinya.
Diawali dari Kecamatan Gondanglegi dengan penampilan Pesona Gondanglegi yang diperkuat 100 personil.
Tarian teatrikal yang dibalut coseplay begitu mempesona. Disusul kontingen Kecamatan Sumber pucung menampilkan tema Ramayana.
Bupati Malang Sanusi mengatakan, ada sedikit perbedaan pada pelaksanaan Kirab Budaya 2019 ini.
Dimana beberapa pelaksanaan Kirab Budaya menjadi event tahunan selalu digelar di pesisir selatan Kabupaten Malang.
Baca juga: Ayo Datang ke Malang Beach Festival! |
Tetapi pada tahun ini, kata dia, pelaksanaannya digeser ke Jalur Lintas Barat. Perubahan ini, tentu tidak menyurutkan semangat pagelaran Kirab Budaya.
Justru, dengan adanya variasi tempat pelaksanaan, diharapkan dapat memacu partisipasi aktif semua pihak, yang pada gilirannya mendorong pemerataan pembangunan di semua wilayah.
"Dan juga untuk menjadikannya sebagai kegiatan bernilai jual, khususnya sebagai event wisata andalan haruslah terus dilakukan inovasi," kata Sanusi terpisah.
Kirab sebelum dibuka dengan pemukulan drum oleh Bupati Malang, Asisten Deputi Bidang Pemasaran Kementerian Pariwisata, Kapolres Malang AKBP Yade Setiawan Ujung, serta Dandim 0818 Kabupaten Malang Letkol (inf) Ferry Muwazzad di depan panggung kehormatan. (iwd/iwd)











































