detikNews
Sabtu 28 September 2019, 20:49 WIB

Jatim Juara Umum Jambore Tagana Nasional

Amir Baihaqi - detikNews
Jatim Juara Umum Jambore Tagana Nasional Foto: Istimewa
Surabaya - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menerima penghargaan dari Kementerian Sosial RI sebagai Pembina Tagana Berprestasi. Penghargaan itu diberikan karena Pemprov Jatim dinilai berhasil dalam berbagai penanganan dan mitigasi bencana.

"Saya atas nama pribadi dan Pemprov Jatim menyampaikan terima kasih atas penghargaan ini. Sekaligus juga atas kepercayaan dari Kemensos untuk menjadikan Jawa Timur sebagai pusat penyelenggaraan Jambore dan Bakti Sosial Tagana Nasional 2019," kata khofifah dalam sambutannya saat Apel Siaga Tagana di Taman Nasional Gunung Bromo, Probolinggo, Jawa Timur, Sabtu (28/9/2019).

Selaras dengan penghargaan yang diterima Khofifah, dalam ajang Jambore dan Tagana Nasional, Pemprov Jatim juga meraih juara umum. Raihan itu dicapai setelah Pemprov mengoleksi 2 medali emas, 2 perak dan 1 perunggu.

Adapun rincian medali yang diraih yakni 2 medali emas masing-masing dari kategori uji kompetensi Water Tescue dan Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat. Sedangkan 2 medali perak masing masing untuk uji kompetensi Shelter atau Hunian Sementara dan uji kompetensi Logistik dan Dapur Umum dan 1 medali perak diperoleh dari uji kompetensi Layanan Dukungan Psikososial.


Dalam Uji Kompetensi Tagana ini seluruh perwakilan Tagana dari masing-masing provinsi seluruh Indonesia turut hadir. Sedangkan yang menjadi unsur penilaian adalah pengetahuan dan keterampilan, manajemen. Selain itu juga dinilai kerjasama, koordinasi, ketepatan, kerapihan, dan kecepatan.

Khofifah menyebut, penghargaan yang diraih teraebut merupakan bentuk pengakuan atas kinerja dan dedikasi Tagana Jatim dan segenap relawan serta Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dalam penanggulangan bencana. Ia kemudian memberikan contoh saat terjadi banjir di 15 kabupaten seluruh kepala OPD dan anggota turun langsung mengatasi.

"Saat terjadi banjir di 15 kabupaten di Jatim, seluruh Kepala OPD saya minta turun tanpa terkecuali. Meskipun organisasi yang mereka pimpin tidak terkait langsung dengan kebencanaan tetapi mereka bahu-membahu membantu masyarakat terdampak bencana. Mereka ini adalah riil Tagana," tutur Khofifah.

Ajang Jambore sendiri berlangsung di tiga titik yakni di Surabaya, Pasuruan dan Probolinggo, Provinsi Jawa Timur. Untuk di Surabaya berlangsung di Gedung Negara Grahadi. Di Pasuruan dilaksanakan di dua titik yakni Graha Candra Wilwatikta dan Danau Ranu Grati. Sedangkan di Probolinggo berlangsung di Lautan Pasir Taman Nasional Gunung Bromo.


Lebih dari 2.750 Tagana seluruh Indonesia, perwakilan ASEAN Malaysia, Brunei Darussalam, dan Myanmar hadir dalam ajang itu. Selain anggota Tagana, hadir pula perwakilan non goverment organisation (NGO) lokal dan internasional seperti Perwakilan Kampung Siaga Bencana (KSB), Pilar-pilar Sosial, dan relawan kebencanaan lainnya.

Tema yang diangkat dalam jambore kali ini adalah Tagana Menjaga Alam. Melalui gerakan ini Tagana mengajak masyarakat untuk mengurangi sampah plastik dan menanam pohon.

"Terima kasih tema Jambore tahun ini mengajak kita semua mencintai negeri ini dengan cara menanam bibit pohon keras dan mengurangi limbah plastik. Saya senang melihat teman-teman Tagana membawa botol minum pakai ulang (tumbler), kalau minumnya habis tinggal diisi, tidak harus selalu membeli minum dengan botol sekali pakai. Nah inisiasi ini yang harus didukung, siapapun dan dimanapun serta kapanpun," tandasnya.
(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com