Bencana Kabut Asap, Pemprov Jatim Kirim Masker untuk Jambi

Titania Dewanti - detikNews
Jumat, 27 Sep 2019 19:51 WIB
Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Gubernur Khofifah (Foto: Hilda Meilisa Rinanda)
Surabaya - Pemprov Jatim mengirim bantuan 1 juta lebih masker dan makanan siap saji bagi masyarakat di Provinsi Jambi yang terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dan kabut asap pekat.

Masker yang dikirimkan adalah N95 atau masker respirator yang merupakan jenis masker anti-polusi yang bisa digunakan untuk menjadi perlindungan dari asap, termasuk kabut asap. Masker N95 dapat menyaring polutan dan partikel halus sampai 95 persen.

Bantuan tersebut diserahkan langsung dari Khofifah kepada Kepala Dinas Sosial Provinsi Jambi saat pembukaan Jambore Taruna Siaga Bencana (Tagana) di Gedung Negara Grahadi, Rabu (25/9). Bantuan tersebut rencananya akan dikirimkan lewat jalur udara agar dapat lebih cepat dibagi kepada masyarakat yang terpapar kabut asap mulai dari pelajar hingga pengendara di jalanan.

"Ini bagian dari solidaritas masyarakat Jatim untuk saudara-saudara kami di Jambi sana yang tengah berjuang melawan asap," ungkap Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi, Jum'at (27/9).


Khofifah mengatakan ia prihatin atas musibah kebakaran hutan dan lahan yang mengakibatkan kabut asap sehingga membuat kualitas udara tidak sehat hingga berbahaya bagi masyarakat setempat.

"Semoga kebakaran bisa segera padam. Saya harap dalang dan pelaku pembakaran bisa segera tertangkap dan diproses sesuai hukum yang berlaku. Saya juga menghimbau kepada seluruh masyarakat Indonesia khususnya di Jawa Timur untuk melaksanakan salat istisqa' untuk meminta hujan," ujarnya.

Sementara itu, berdasar data yang diperoleh dari BPBD Prov. Jatim, total bantuan yang dikirim yaitu masker N95 sebanyak 5.280 pcs, dan masker biasa mencapai 1.066.000 buah yang berasal dari BPBD Prov. Jatim, PMI dan Ta'miriyah Surabaya.

Sedangkan untuk makanan siap saji jumlah total bantuan yang diberikan mencapai 7.200 kaleng dengan rincian 3.600 lauk pauk dan 3.600 makanan penambah gizi.


Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) telah merilis jumlah penderita Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA) hingga September mencapai 919.516 orang akibat kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Penderita ISPA tersebar di enam provinsi yang terdampak yakni di Riau, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, dan Kalimantan Selatan.

Sumatera Selatan menjadi provinsi yang penduduknya paling banyak menderita ISPA, yakni 291.807 orang. Peringkat kedua, Riau yaitu sebanyak 275.793 orang, dan Jambi yakni sebanyak 63.554 orang.

Sementara itu, jumlah penderita ISPA di Kalimantan Barat mencapai 180.695 orang, di Kalimantan Selatan mencapai 67.293 orang dan di Kalimantan Tengah berjumlah 40.374 orang.


Simak juga video "Aksi 1 Juta Masker, Jurnalis Galang Dana untuk Korban Karhutla":

[Gambas:Video 20detik]

(iwd/iwd)