Rektor Unair Tak Larang Mahasiswa Ikut Demo

Hilda Meilisa - detikNews
Kamis, 26 Sep 2019 08:55 WIB
Foto: Istimewa
Surabaya - Mahasiswa dan alumni Universitas Airlangga (Unair) Surabaya disebut akan bergabung dalam aksi #SurabayaMenggugat. Aksi ini sebagai bentuk penolakan terhadap RUU KUHP hingga UU KPK.

Menanggapi hal ini, Rektor Unair Prof M Nasih mengatakan pihaknya tidak akan melarang mahasiswa menyampaikan aspirasinya. Pada rekaman suara yang diambil di Hethrow, Inggris, Nasih mengingatkan tetap berjalan sebagaimana mestinya.

"Ya tentu kita tidak bisa melarang mahasiswa untuk melakukan aktivitas di luar kampus dan atau di luar belajar mengajar atau perkuliahan," kata Nasih dalam rekaman suara yang diterima detikcom di Surabaya, Kamis (26/9/2019).

"Yang jelas perkuliahan dan semua kegiatan akademik berjalan sebagaimana mestinya, semua kelas kita pastikan tetap berjalan. Mahasiswa yang punya kelas juga tentu diharapkan akan mengikuti perkuliahan dengan sebaik-baiknya, dosen juga punya tugas-tugas dan semua berjalan sebagaimana mestinya," imbuh Nasih.


Tak hanya itu, Nasih juga berpesan agar mahasiswa melakukan aksinya dengan elegan. Karena mahasiswa merupakan akademisi calon intelektual.

"Kami punya saran, lakukan dengan elegan, lakukan dengan sebaik-baiknya. Tunjukkan bahwa kalian semua adalah akademisi calon intelektual yang dipercaya oleh masyarakat, bisa menyampaikan ide dan gagasan dengan elegan dan dengan sebaik-baiknya," saran Nasih.

Nasih juga mewanti-wanti mahasiswa tidak melakukan tindakan anarkis. Menurutnya, tindakan anarkis hanya akan menurunkan kepercayaan masyarakat pada mahasiswa.

"Jangan sampai menyampaikan ide yang kemudian disertai dengan tindakan anarkis yang akan berakibat pada kepercayaan masyarakat pada mahasiswa itu akan menurun. Karena anarkis itu sama sekali di luar sifat dari seorang mahasiswa dan apalagi seorang mahasiswa. Mari kita dorong terus untuk menyampaikan ide gagasan secara elegan," pesannya.


Di kesempatan yang sama, Nasih menambahkan pihaknya siap untuk memfasilitasi jalur diskusi antara seluruh elemen. Hal ini agar permasalahan yang dipersoalkan bisa lekas rampung.

"Tentu Unair siap untuk memfasilitasi kalau ada berbagai macam hal yang harus didiskusikan dan atau dikomunikasikan. Dikomunikasikan dengan berbagai macam via sehingga dialog sesungguhnya masih cukup terbuka," paparnya.

Jika jalur diskusi dan dialog antara Pemerintah dan mahasiswa dilakukan, Nasih percaya tidak akan ada demonstrasi dimana-mana. Menurut Nasih, jalur demonstrasi merupakan cara terakhir yang ditempuh mahasiswa jika semua saluran aspirasi tertutup.

"Nah saya melihat bahwa sesungguhnya sekarang itu harus dibuka berbagai macam kesempatan untuk terus melakukan dialog dengan berbagai macam elemen masyarakat. Antara mahasiswa, intelektual, akademisi, para politisi dan tentu para pengemban amanah sebagai eksekutif di negeri ini. Saya jamin dengan model-model dialog dan bermusyawarah, demo-demo yang marak kan bisa dieliminasi," pungkasnya.


Simak Video "Pesan Ketum PP Muhammadiyah Soal Aksi Mahasiswa di DPR"

[Gambas:Video 20detik]

(hil/fat)