Bulog Banyuwangi Jamin Harga Beras Stabil

Bulog Banyuwangi Jamin Harga Beras Stabil

Ardian Fanani - detikNews
Rabu, 25 Sep 2019 17:55 WIB
Foto: Ardian Fanani
Foto: Ardian Fanani
Banyuwangi - Pemkab dan Bulog Banyuwangi menjamin ketersediaan beras medium untuk wilayahnya. Ini untuk mengantisipasi naiknya harga beras, saat panen padi mulai berangsur turun. Sementara untuk stok beras medium di kabupaten paling ujung Timur Pulau Jawa ini mencukupi. Bahkan beras medium hasil serap gabah (sergap) dikirim luar pulau seperti Papua, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur.

Hal tersebut terungkap saat launching pelepasan armada Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) Beras Medium di Gudang Bulog, Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Banyuwangi, Rabu (25/9/2019).

"Kami lakukan serentak di Banyuwangi. Beberapa titik nantinya akan kita berikan stok beras medium yang tersebar di penujur Banyuwangi," ujar Saidi, Kepala Bulog cabang Banyuwangi kepada detikcom, usai pelepasan armada tersebut.

Beras-beras medium itu, kata Saidi, disebar dalam operasi pasar di 5 titik di Banyuwangi. Di antaranya Banyuwangi kota, Gambiran, Genteng dan Rogojampi. Untuk 5 titik tersebut, Bulog Banyuwangi memberikan jatah 15 ton setiap hari. Pelaksanaan operasi pasar dilakukan hingga 31 Desember mendatang.

"Untuk saat ini 2 lokasi dulu. Banyuwangi dan Rogojampi. Karena saat ini masih ada kegiatan ItdBI. Selanjutnya akan kita sebar lagi ke 3 titik tambahan," tambahnya.


Saidi menambahkan, Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH) ini dilakukan sebagai upaya antisipasi naiknya harga beras pascamusim panen. Disaat panen mulai menurun, diprediksi harga beras akan meningkat.

"Ketersediaan beras medium ini untuk pencatatan BPS juga. Ini sebagai upaya kami untuk stabilisasi harga musim panen habis dan diperkirakn melonjak harga beras," tambahnya.

Untuk stok beras medium di Banyuwangi sendiri, kata Saidi, saat ini Banyuwangi memiliki stok beras mencapai 45 ribu ton. Bahkan kelebihan stok beras ini dikirim ke beberapa pulau di luar Jawa. Yakni, Papua, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur (NTT).

"Stok yang ada baik Sergap dengan TNI 6.000 ton beras. Sementara stok kami 45 ribu ton beras itu juga kita kirim ke Papua, Kalimantan Timur dan Nusa Tenggara Timur NTT sebanyak 8.000 ton untuk tahun 2019," pungkasnya.

Secara Terpisah, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas berterima kasih kepada Bulog yang mengantisipasi sejak dini kenaikan harga beras dengan program baru Ketersediaan Pasokan dan Stabilisasi Harga (KPSH). Tentunya, program ini diharapkan bisa menekan inflasi yang ada di daerah.


"Ini terobosan baru yang diluncurkan Bulog untuk mangantisipasi naiknya harga beras saat panen telah usai. Kami harap masyarakat bisa memanfaatkan dengan baik," ujarnya.

Banyuwangi sebagai lumbung beras nasional, kata Anas, tentu tidak khawatir dengan ketersedian beras. Namun daerha lai yang kekurangan beras membutuhkan pasokan dari wilayah yang stok berasnya melimpah.

"Contoh saja Bali, stok beras kami membanjiri wilayah Bali. Dan tentunya kita harapkan perekonomian masyarakat Banyuwangi khususnya petani bisa meningkat," pungkasnya.


Simak juga video "Mentan Minta Bulog Pastikan Stok Beras Terpenuhi":

[Gambas:Video 20detik]

(fat/fat)