Lantai 4 Gedung Asuransi di Surabaya Terbakar, Api Diduga dari Puntung Rokok

Titania Dewanti - detikNews
Selasa, 24 Sep 2019 14:37 WIB
Lokasi kebakaran (Foto: Titania Dewanti)
Surabaya - Gedung Mega Pratama General Insurance di Jalan Simpang Dukuh, Komplek Andhika Plaza, Genteng Surabaya, terbakar. Diduga penyebab karena puntung rokok yang dibuang pada titik kebakaran.

Titik api berasal dari dekat tempat wudu gedung tersebut di lantai 4 sekitar pukul 11.00 WIB. Salah satu saksi mata, Putut, mengatakan dirinya tidak melihat api sama sekali dan hanya mendengar suara asing.

"Saya lagi duduk di kantor, terus tiba-tiba dengar ada suara kayak percikan air dari atas. Terus pas saya cek ke belakang, ternyata di gedung sebelah sudah terlihat asap hitam mengepul," ujar Putut kepada detikcom di kantornya, Selasa (24/9/2019).

Putut mengatakan dirinya terkejut dan langsung datang ke lokasi. "Saya langsung saja ke sebelah lalu bilang kalo lantai tertinggi mereka terbakar," tambah Putut

Pimpinan Cabang Mega Pratama General Insurance, Yudi mengatakan bahwa dirinya tidak tahu dan hanya mencium bau yang aneh.

"Awalnya saya tidak tahu karena saya di lantai paling bawah. Ternyata tiba-tiba mas Putut ini datang, saya langsung ke lantai 4. Tiba disana, saya sudah lihat asap hitam mengepul sampai tidak terlihat apa-apa lagi. Saya sudah berpikir bahwa arsip-arsip pasti ludes," ujar Yudi.


Yudi mengatakan bahwa tanpa banyak menunda dirinya langsung menelepon pemadam kebakaran.

"Setelah tahu, saya langsung menelpon 112 dan disambung ke pemadam kebakaran. Dalam 10 menit, pemadam kebakaran sudah tiba di lokasi," ujar Yudi

Kanit Binmas Polsek Genteng, Ipda Hidayat Nurrahman mengatakan bahwa diduga penyebab kebakaran bukan karena korsleting listrik.

"Masih belum tahu penyebabnya. Tapi diduga karena puntung rokok atau memang ada yang membakar, karena di titik terbakarnya tidak ada aliran listrik sama sekali," ujar Hidayat kepada detikcom di lokasi.

Hidayat juga mengatakan bahwa yang menyebabkan tidak terlihat api dan hanya asap hitam mengepul adalah karena adanya ban di titik kebakaran.

"Jadi tidak terlihat apinya, hanya asap hitam mengepul sampai ke ruang penyimpanan arsip itu lalu kebetulan angin juga kencang dan titik terbakarnya berada di lantai yang tinggi, jadi menambah asap tersebut semakin banyak," ujar Hidayat kepada detikcom.


Yudi mengatakan bahwa tidak ada aktivitas di lokasi kebakaran sehingga membuat bingung penghuni kantor.

"Jadi di lantai 4 itu hanya ada tempat penyimpanan arsip-arsip dan musala serta tempat wudhu. Titik kebakaran itu tepat disebelah keran wudu dan di sana memang terdapat arsip-arsip bekas dan sepertinya ada ban. Ban itu yang bikin asap tebal hitam mengepul," ujar Yudi kepada detikcom.

Yudi juga menjelaskan bahwa dirinya bingung tentang penyebab kebakaran tersebut.

"Di kantor ini tidak boleh merokok. Jadi seharusnya memang tidak ada yang merokok di lantai 4. Saya bingung juga karena di lokasi tidak ada aliran listrik sama sekali," ujar Yudi.

Yudi mengatakan bahwa dirinya lega karena api belum merambat kemana-mana dan hanya pada lantai tersebut.

"Lega saya setelah tahu bahwa api tidak merambat. Saya paling mencemaskan tempat penyimpanan arsip ini. Tapi untungnya api sepertinya bahkan tidak sampai ke situ," tambah Yudi.

Yudi juga menjelaskan bahwa kerugian dari terbakarnya lokasi tersebut tidak terlalu besar.

"Tidak terlalu parah, jadi paling hanya biaya untuk pengecatan dan perbaikan plafonnya," pungkas Yudi. (fat/iwd)