Siswi SMP Penderita Kanker Tulang di Mojokerto Dirujuk ke RSU Soetomo

Enggran Eko Budianto - detikNews
Senin, 23 Sep 2019 14:36 WIB
Penderita kanker tulang dirujuk ke Surabaya/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Siswi SMP di Mojokerto yang menderita kanker tulang sehingga lututnya membengkak sebesar bola sepak, akhirnya dirawat di RSU Dr Soetomo, Surabaya. Saat ini gadis berusia 14 tahun itu sedang menjalani pemeriksaan dan penstabilan kondisi fisik untuk persiapan operasi.

Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Mojokerto Didik Chusnul Yakin mengatakan, pihaknya telah melihat kondisi Silfi Qumairoh (14) setelah mendapatkan informasi dari detikcom. Gadis asal Dusun/Desa Kedungmaling, RT 10 RW 4, Kecamatan Sooko itu telah dibawa ke RSU Dr Soetomo pada Minggu (22/9) sekitar pukul 09.00 WIB.

"Kami bawa ke RSU Dr Soetomo menggunakan ambulans sistem penanganan gawat darurat terpadu milik kami. Pasien didampingi petugas Puskesmas Sooko, petugas Dinas Kesehatan dan orang tuanya," kata Didik saat dihubungi detikcom, Senin (23/9/2019).

Ia menjelaskan, biaya pengobatan Silfi selama di RSU Dr Soetomo tidak ada masalah. Karena sudah dicover BPJS Kesehatan. Menurut dia, Silfi tercatat sebagai penerima Kartu Indonesia Sehat (KIS) kategori penerima bantuan iuran (PBI) dari pemerintah.


"Kami jamin pasien tidak akan terlantar. Kami komunikasi intensif dengan pihak rumah sakit, pihak rumah sakit akan melaporkan terus perkembangan pasien," ujarnya.

Saat ini, lanjut Didik, penanganan medis terhadap Silfi fokus pada pemeriksaan MRI dan pemulihan kondisi fisiknya. Menurut dia, anak sulung dari dua bersaudara pasangan Faizun Laili Agustin (32) dan Mohammad Gozali (37) itu sempat mengalami penurunan kadar Hemoglobin (HB) pada Minggu (22/9) malam. Sehingga dilakulan tranfusi darah.

"Tindakan operasi masih menunggu kondisi pasien stabil. Kami pantau terus. Kalau kondisinya siap, maka dilakukan tindakan operasi," terangnya.

Kanker tulang mengakibatkan lutut kaki kanan Silfi membengkak sebesar bola sepak. Kepala Dinkes Jatim Kohar Heri Santoso menyatakan ada potensi kaki kanan Silfi akan diamputasi.


Terkait wacana amputasi, Didik belum bisa memberikan kepastian. "Akan dilihat sejauh mana kankernya. Kalau mengganas sampai di atasnya lutut, mau bagaimana lagi. Namun saat ini masih diperiksa," tegasnya.

Jika kaki Silfi diamputasi, Didik mengaku siap memberikan bantuan kaki palsu. "Saya berhubungan baik dengan Pak Sugeng yang membuat kaki palsu, dia anggota Kabupaten Sehat. Pasti kami bisa upayakan," tandasnya.

Donasi untuk Silfi juga mengalir dari sejumlah pihak. Selain dari Kadinkes Jatim dan Kadinkes Kabupaten Mojokerto, sumbangan yang diterima keluarga Silfi datang dari sebuah komunitas. Nilainya sebesar Rp 15 juta. (fat/fat)