detikNews
Kamis 19 September 2019, 12:27 WIB

Penyelundupan Satwa Langka dari Papua Digagalkan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Penyelundupan Satwa Langka dari Papua Digagalkan Satwa yang dicoba diselundupkan (Foto: dok. Istimewa)
Surabaya - Polisi menggagalkan penyelundupan satwa langka dan dilindungi dari Papua. Sebanyak 146 satwa dari berbagai jenis disita.

Ratusan satwa tersebut adalah 27 jagal Papua, 92 cucak Papua, 22 ekor kasturi, 1 ekor koak, dan 3 tanduk rusa.

Ratusan satwa dilindungi tersebut diselundupkan oleh empat pelaku, yakni R, I, Y, dan H. Jalur yang mereka gunakan adalah jalur laut dengan menggunakan KM Senja Persada.

Wadir Polairud Polda Jatim AKBP Kobul Syarin Ritonga mengatakan terbongkarnya penyeludupan satwa dilindungi ini berawal saat KM Senja Persada dari Papua bersandar di Pelabuhan Kalimas, Surabaya, pada Kamis (19/9) dini hari.


"Dibawa dari Papua menggunakan KM Senja Persada, kami temukan satwanya di Pelabuhan Tanjung Perak sekitar dini hari tadi pukul 02.00 WIB," kata Kobul kepada wartawan di Polairud Polda Jatim, Kamis (19/9/2019).

Kobul mengatakan ratusan hewan yang dilindungi tersebut tidak dilengkapi dengan dokumen-dokumen resmi, sehingga disita petugas.

"Ini satwa ada yang langka dan ada yang masih dilindungi. Dokumen sama sekali tidak ada. Jumlah satwa 146 satwa dengan 5 jenis burung," ujarnya.

Kobul mengatakan modus yang digunakan pelaku adalah membeli satwa tersebut di Papua dan kemudian dijual ke sejumlah wilayah di kawasan Surabaya.

"Modus operandi membeli satwa di Papua, kemudian mereka menempatkan atau membawa satwa tersebut menggunakan KM Persada, untuk nantinya mereka akan melakukan penjualan sesampai di Surabaya," imbuh Kobul.


Terkait akan dijual kepada siapa satwa langka dari Papua ini, polisi masih akan mendalami lebih lanjut. Pihaknya juga belum menafsirkan berapa kerugian yang ditimbulkan dari penyelundupan satwa dilindungi ini.

"Penjualannya nanti mungkin lebih dalam akan ditanyakan oleh penyidik. Belum ditafsirkan, yang dilindungi tak ternilai," lanjut Kobul.

Kobul juga menegaskan empat pelaku terancam dijerat Pasal 21 ayat (2) huruf a, d juncto Pasal 40 ayat 2 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistemnya.

"Ini kalau memang mereka terbukti saat penyidikan, ancamannya sekitar 5 tahun," tandas Kobul.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com