Dua Tetangga yang Carok di Situbondo Sudah Lama Tak Bertegur Sapa

Dua Tetangga yang Carok di Situbondo Sudah Lama Tak Bertegur Sapa

Ghazali Dasuqi - detikNews
Kamis, 19 Sep 2019 09:37 WIB
Dua Tetangga yang Carok di Situbondo Sudah Lama Tak Bertegur Sapa
Suhari saat menjalani perawatan/Foto file: Ghazali Dasuqi
Situbondo - Carok berujung maut terjadi antara dua orang yang bertetangga di Kecamatan Banyuputih, Situbondo. Keduanya diketahui sudah lama tidak bertegur sapa.

Dalam aksi carok tersebut, satu orang tewas dan satu lainnya terluka parah. Pertarungan itu dipicu hal sepele. Yakni masalah rumput gajah.

Namun polisi menduga ada dendam yang memicu pecahnya carok antara Nur Hasan (37) dan Sahari (57) tersebut. "Dari keterangan saksi di lapangan tadi malam, dua orang ini memang sudah lama tidak bertegur sapa. Keterangan ini masih terus kita dalami," kata Kasat Reskrim Polres Situbondo AKP Masykur kepada detikcom, Kamis (19/9/2019).


Seperti keterangan yang dihimpun detikcom, dua pria tersebut bertetangga di Dusun Ranurejo, Desa Sumberanyar, Kecamatan Banyuputih. Rumah keduanya bahkan cenderung bersebelahan di RT 03 RW 03 Dusun setempat. Bahkan, aliran listrik di rumah Suhari menyambung dari listrik di rumah Nur Hasan.

Tiap bulan Suhari membayar Rp 30 ribu. Namun sebulan terakhir, daya listrik di rumah Suhari bertambah karena baru saja memasang pompa air. Untuk itu, Suhari pun sudah menambah uang listriknya menjadi Rp 40 ribu kepada Nur Hasan.

"Saya memang sudah lama tidak bertegur sapa dengan dia. Saya sudah berusaha menyapa, tapi tidak ditanggapi. Jadi kalau mau bayar listrik itu, ya istri saya yang menyerahkan uangnya," papar Suhari saat di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

Beberapa bulan lalu, Nur Hasan juga sempat melabrak rumah Suhari. Pemicunya karena saat itu Suhari dinilai ikut campur saat korban bertengkar dengan istrinya. Namun pengakuan Suhari saat itu dia hanya bermaksud melerai saja. Karena pertengkaran terjadi di luar rumah ketika banyak warga.

"Semua keterangan masih kita dalami. Karena menurut keterangan warga, selama ini pelaku ini juga dikenal agak sok. Kalau dari perawakannya, pelaku ini sepertinya memang mantan pendekar," lanjut Masykur.

Dalam duel berdarah itu, Nur Hasan tewas akibat tebasan celurit Sahari. Korban mengalami luka bacok di bagian leher belakang kanan. Setelah diautopsi, jasad korban akhirnya dimakamkan. Polres Situbondo sempat memberikan santunan untuk keluarga korban.


Sementara Suhari terluka di bagian dada kanan hingga harus mendapat banyak jahitan. Luka robek itu akibat sabetan arit korban saat terjadi duel di areal persawahan, tak jauh dari rumah keduanya di Dusun Ranurejo, Desa Sumberanyar. Hingga kini Suhari masih dirawat di RSUD dr Abdoer Rahem Situbondo.

"Tadi malam kondisinya sempat drop, karena usianya memang sudah tua. Kami sengaja siagakan personel Resmob di rumah sakit, untuk mengantisipasi hal-hal tidak diinginkan," Pungkas Masykur.
Halaman 2 dari 2
(sun/bdh)
Berita Terkait