detikNews
Rabu 18 September 2019, 08:59 WIB

Ningsih Tinampi: Rata-rata yang Datang ke Sini Kena Santet

Muhajir Arifin - detikNews
Ningsih Tinampi: Rata-rata yang Datang ke Sini Kena Santet Ningsih Tinampi (berkerudung hitam) saat mengobati pasien. (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Ningsih Tinampi mengungkapkan hampir semua pasien yang datang berobat terkena santet atau ilmu hitam. Pasien-pasien tersebut baru sadar saat bertemu dengan dirinya.

Ningsih membuka praktik pengobatan di rumahnya Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Setiap hari, ratusan pasien dari penjuru Tanah Air antre berobat.


"Rata-rata yang datang ke sini kena santet, jarang yang sakit biasa. Makanya orang-orang itu sabar menunggu saya karena kena santet. Coba kalau sakit biasa, sudah lari ke dokter dia," kata Ningsih, Rabu (18/9/2019).

Saat datang, para pasien mengaku sakit secara medis. Seperti sakit perut, kepala, kanker, asam lambung, dan lain-lain. Namun Ningsih mengatakan mereka sebenarnya terkena santet dan ilmu hitam lainnya.

"Iya bilangnya begitu. Setelah ketemu aku, kesurupan. Setelah tak tanyai. Bilang 'asam lambung saya Bu, saya asam lambung'. Ditekan sedikit teriak keras sekali setannya. Rata-rata santet mereka saja yang tidak tahu. Rata-rata orang kan tak tahu dirinya kena santet," terang perempuan pemilik usaha katering ini.

Mantan karyawati sebuah perusahaan rokok itu mengatakan pasien yang datang kepadanya sebagian besar sudah berobat ke mana-mana namun tak sembuh. "Saya dititipi ilmu sama Allah cuma untuk membantu. Aku kan orang yang bantu, bukan orang mencari. Mereka datang sendiri. Karena sakit lama, berobat ke mana-mana nggak sembuh, akhirnya datang minta bantuan," pungkasnya.


Para pasien yang berobat ke Ningsih berasal berbagai daerah, baik Jawa maupun luar Jawa. Saking banyaknya pasien, daftar antrean sudah penuh hingga 6 bulan ke depan.

Dalam sebulan terakhir, jagat maya dihebohkan oleh video pengobatan alternatif yang dilakukan Ningsih. Melalui anak buahnya, Ningsih merekam hampir semua proses pengobatan dan diunggah di situs berbagi video YouTube. Video-video pengobatan tersebut kemudian viral.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com