detikNews
Rabu 18 September 2019, 07:16 WIB

Round-up

Kisah Ningsih Tinampi, Galau Suami Selingkuh hingga Jadi 'Orang Pintar'

Suki Nurhalim - detikNews
Kisah Ningsih Tinampi, Galau Suami Selingkuh hingga Jadi Orang Pintar Ningsih Tinampi (berkerudung hitam) saat mengobati pasien. (Muhajir Arifin/detikcom)
Pasuruan - Ningsih Tinampi kini dikenal sebagai orang yang bisa menyembuhkan berbagai keluhan. Namun, jauh sebelum seperti saat ini, Ningsih pernah galau dan bolak-balik pergi ke dukun.

Dalam sebulan terakhir, jagat maya dihebohkan oleh video pengobatan alternatif yang dilakukan perempuan bernama Ningsih Tinampi. Ningsih mengobati pasien yang disebut terkena santet, kerasukan, gangguan makhluk halus, hingga pasien yang terkena guna-guna.

Proses pengobatan yang dilakukan Ningsih dengan membaca doa dengan media air putih, buah-buahan, bahkan batu. Proses pengobatan dilakukan secara terbuka dan bisa disaksikan pasien lain yang tengah mengantre.


Para pasien dan keluarganya juga bebas merekam proses pengobatan tersebut. Bahkan, melalui anak buahnya, Ningsih merekam hampir semua proses pengobatan dan diunggah di situs berbagi video YouTube. Video-video pengobatan tersebut kemudian viral.

Ningsih membuka praktik pengobatan di rumahnya di Gang Lambau, Dusun Lebaksari, Desa Karangjati, Kecamatan Pandaan, Kabupaten Pasuruan. Ia hanya libur pada hari Senin.

"Saat ini sehari saya hanya mengobati 150 pasien. Kalau sebelumnya bisa lebih. Sekarang diatur," kata Ningsih di rumahnya, Selasa (17/9).

Saat mengobati pasien, Ningsih memulai dengan membaca doa. Setelah itu, ia berbicara dengan pasien.

Beberapa saat kemudian, pasien berbicara ngelantur seperti bukan dirinya. Ningsih seolah berbicara dengan makhluk gaib yang merasuki pasien. Ningsih sesekali intens berbicara dengan pasien. Namun, kata Ningsih, sebenarnya ia berbicara dengan makhluk halus yang ada di tubuh korban.

Setelah itu, Ningsih melakukan pengobatan dengan cara memijat, mengelus, menekan bagian tubuh pasien, hingga tak jarang pasien berteriak kesakitan. Setelah beberapa saat, pasien tenang, kemudian lemas. Ningsih merebahkannya kembali ke kasur.

Pasien Ningsih Tinampi yang mengantre/Pasien Ningsih Tinampi yang mengantre (Muhajir Arifin/detikcom)


Ratusan pasien yang antre terbagi menjadi dua, yakni mereka yang menunggu giliran diobati dan pasien yang datang hanya untuk mendaftarkan diri.

Pasien yang menunggu giliran diobati sebelumnya sudah datang untuk mendaftarkan diri. Sedangkan pasien yang antre untuk mendatar berada di warung-warung maupun rumah-rumah warga yang ada di sekitar lokasi. Daftar antrean pasien sudah penuh hingga enam bulan ke depan atau 2020.

Ningsih, yang merupakan mantan karyawati sebuah perusahaan rokok, kemudian bercerita soal asal-usul kesaktian yang dimilikinya.

"Gimana ya. Pokoknya semuanya berawal dari suamiku. Dia punya selingkuhan. Terus aku kondisinya galau banget, sedih banget. Ya begitulah. Setiap hari pergi ke dukun, satu hari bisa 6 kali, 4 kali, setiap hari," terang Ningsih.

"Sampai menghabiskan Rp 600-700 ribu per hari. Semuanya aku lakukan gimana caranya suamiku sembuh. Karena suamiku kena guna-guna. Sulit sekali disembuhkan," imbuhnya.

Ningsih akhirnya bertemu dengan seorang dukun yang ia anggap mumpuni. Dukun tersebut menuntun Ningsih mendapatkan ilmunya.


Lama-kelamaan, setelah berobat ke orang tua tersebut, Ningsih mulai tenang dan bisa menerima keadaan rumah tangganya. "Terus suatu hari, orang tua itu bilang, 'Ilmu itu sudah masuk ke badanmu. Itu ilmu murni milikmu, berupa Al-Fatehah, ilmu Al-Fatehah dari Allah, ilmu putih berupa perempuan cantik masuk ke badan,'" katanya.

Setelah itu, Ningsih diminta mengamalkan ilmu tersebut untuk mengobati orang lain. Pada awalnya, dia bingung dengan cara apa mengobati. Namun akhirnya dia mendapat pertunjukan lewat mimpi.

Sebelum tenar dan rumahnya dipadati pasien seperti saat ini, Ningsih Tinampi berkeliling mencari orang sakit akibat ilmu hitam. Kala itu ia mengobati tanpa meminta bayaran. Saat itu ia juga memfokuskan diri untuk menolong janda-janda miskin yang sakit. "Saya cari janda-janda tua yang tak mampu. Saya datangi, saya obati tanpa memungut biaya," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com