Seabrek PR dari Khofifah untuk Bupati Malang yang Baru Dilantik

Hilda Meilisa Rinanda - detikNews
Selasa, 17 Sep 2019 21:03 WIB
Gubernur Khofifah melantik Sanusi jadi Bupati Malang/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Gubernur Khofifah melantik Sanusi jadi Bupati Malang/Foto: Hilda Meilisa Rinanda
Surabaya - Gubernur Khofifah Indar Parawansa melantik Sanusi sebagai Bupati Malang untuk sisa masa jabatan 2016-2021. Khofifah memberikan seabrek PR untuk pembangunan Kabupaten Malang.

Khofifah juga mengatakan, Kabupaten Malang, Kota Malang dan Kota Batu memiliki potensi yang luar biasa. Untuk itu, ketiganya harus solid dalam mempersiapkan kawasannya sebagai Malang Raya.

Khofifah mengingatkan Sanusi untuk berkoordinasi secara intensif dengan para kepala daerah di Malang Raya. Hal ini terkait pembangunan infrastruktur, konektivitas serta pariwisata di wilayah Malang Raya.


Tak hanya itu, Khofifah juga menjelaskan jika dalam waktu dekat ada beberapa transportasi massal baru di sana.

"Dari pertemuan beberapa hari lalu, tiga kepala daerah tersebut berharap ada Light Rail Transit (LRT) yang saling terkoneksi antara Malang Raya," kata Khofifah di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Selasa (17/9/2019).

"Semalam saya dapat tamu investor yang memiliki opsi pembangunan sky train. Sekarang sedang Kota Batu sedang exercise cable car ke Gunung Panderman. Bila dari Panderman sampai dengan Bromo, maka sky train memungkinkan membangun konektivitas dengan beberapa titik stasiun," imbuhnya.

Pembangunan ini seiring dengan pembangunan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Singhasari di mana di dalamnya ada cluster digital IT. Melalui pembangunan ini, menurut Khofifah, KEK Singhasari menjadi kekuatan dalam menyiapkan Malang Raya sebagai area digital IT.

Selain itu, Khofifah juga menekankan pembangunan kawasan Bromo Tengger Semeru (BTS). Hal ini menjadi salah satu dari tiga prioritas pembangunan di Jawa Timur dalam lima tahun ke depan.

Khofifah berharap, dari pembangunan infrastruktur dan konektivitas Malang Raya, akan berbanding lurus pada peningkatan lama berkunjung wisatawan mancanegara ke Jatim.


"Jadi kesiapan Malang Raya untuk menjadi bagian dari penyangga BTS menjadi sangat penting. Terutama Kabupaten Malang memiliki daerah yang bersebelahan langsung dengan Bromo. Juga dengan Kediri dan berhimpit dengan Kabupaten Blitar. Jadi ini akan menjadi bagian penyangga juga untuk selingkar Wilis. Betapa pentingnya Kabupaten Malang sebagai penyangga BTS juga sebagai penyangga selingkar Wilis," terangnya.

Selain itu, Khofifah berharap hal ini dapat membuka ruang pertumbuhan ekonomi baru di wilayah selatan. Hal ini sekaligus menjadi terbukanya percepatan pembangunan kesejahteraan di wilayah selatan Jawa Timur.

Di kesempatan yang sama, Khofifah mengingatkan pentingnya sinkronisasi antara RPJMD Kabupaten Malang dengan RPJMD Provinsi Jatim. Nantinya kedua hal ini bisa diselaraskan dan disinkronkan dengan RPJMN pemerintah pusat yang saat ini tengah dibahas oleh tim dari Bappenas.

"RPJMN saat ini on progress dan Menteri Bappenas sudah melakukan sinkronisasi program. Tim RPJMN akan terus mendata apa yang menjadi kebutuhan lokal, regional kemudian disinergikan dalam perencanaan pembangunan nasional," ucap Khofifah.

Sinkronisasi ini menjadi penting, terlebih pemerintah pusat sedang melakukan percepatan pembangunan industri di Jawa Timur dan Jawa Tengah. Percepatan ini dilakukan dengan sangat cepat, intensif dan detail.


"Ada sesuatu yang harus disinergikan sifatnya sangat segera. Seperti prinsip dalam SDG's bahwa kita ingin 'No One Left Behind' atau jangan ada satupun yang tertinggal. Dalam perencanaan ini titik strategisnya adalah pertumbuhan ekonomi, penurunan kemiskinan, pembukaan lapangan kerja serta peningkatan PDRB. Jadi ini yang harus terus disisir," paparnya.

Untuk itu, Khofifah meminta Bupati Malang dan seluruh OPD memperhatikan efektivitas pembangunan. Selain itu, Khofifah mengingatkan di era saat ini terjadi dinamika sosial, ekonomi, politik dan hankam yang relatif fluktuatif. Untuk itu perlunya membangun equilibrium dynamic atau titik ekuilibrium baru.

"Apa yang sudah terbangun di Jatim guyub rukun tolong dijaga, kehidupan harmoni terus diikhtiarkan seperti dalam Nawa Bhakti Satya yakni Jatim Harmoni. Apalagi heterogenitas Jatim luar biasa sehingga bangunan kehidupan harmoni harus diikhtiarkan bersama," pungkasnya. (sun/bdh)