detikNews
Senin 16 September 2019, 23:33 WIB

Penangkapan Komplotan Pencuri di Madiun Diwarnai Aksi Kejar-kejaran

Sugeng Harianto - detikNews
Penangkapan Komplotan Pencuri di Madiun Diwarnai Aksi Kejar-kejaran Rilis kasus pencurian di Madiun/Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Empat pelaku pencurian di Kantor PT Bukit Mas, Jalan Raya Nglames, Desa Bagi, Kecamatan/Kabupaten Madiun tertangkap. Penangkapan sempat diwarnai aksi kejar-kejaran dan tembakan.

"Memang kita lakukan penangkapan sempat terjadi kejar-kejaran dan terpaksa dilumpuhkan dengan tembakan," ujar Kapolres Madiun, AKBP Ruruh Wicaksono kepada wartawan saat rilis di mapolres, Senin (16/9/2019).

Empat pelaku yang ditangkap yakni Imam Agus Santoso (39) warga Lumajang, Lukman Hakim (36) dan Toni (40) warga Gresik, serta Slamet (38) warga Malang. "Untuk dua pelaku yang terlibat, yakni Toni saat ini ditahan di Polres Wonogiri, Jawa Tengah, dan Slamet ditahan di Polres Ponorgo. Keduanya terlibat dalam aksi pencurian di Wonogiri dan Ponorogo.


Ruruh menyampaikan, komplotan tersebut terdiri dari lima orang. Namun saat ini seorang pelaku bernama Isnanto alias Alex masih dalam pengejaran polisi atau DPO.

"Mereka (tersangka) melakukan aksinya pada Minggu (1/9) malam berlima, dan baru diketahui Senin. Mereka melakukan aksinya bersama-sama, menggunakan kendaraan Toyota Sienta nopol L 1736 WL ini. Saat ini satu pelaku masih buron," paparnya.

Ruruh menambahkan, sebelumnya mereka telah mengamati situasi lingkungan sekitar Kantor PT Bukit Mas yang menjadi target. "Kelima tersangka sempat makan malam di sekitar Alun-alun Kota Madiun untuk membahas sasaran dan membagi tugas. Seorang pelaku, Lukman bertugas sebagai driver dan mengawasi keadaan sekitar," lanjutnya.

"Sementara, Toni bertugas memanjat dinding dan menjebol lubang ventilasi, agar Slamet, Isnanto dan Imam bisa masuk. Setelah masuk ke dalam kantor, Imam, merusak pintu brankas penyimpanan uang," imbuhnya.


Kasat Reskrim polres Madiun AKP Logos Bintoro menuturkan untuk menjalankan aksinya para pelaku menggunakan linggis, obeng dan palu. Pelaku saat itu mengambil uang Rp 200 juta.

"Mereka memarkir kendaraan kurang lebih sekitar 50 meter dari lokasi, satu orang berada di dalam mobil untuk mengamati situasi, sedangkan empat lainnya berjalan di area persawahan menuju belakang kantor dengan membawa peralatan linggis, obeng dan palu. Setelah berhasil membuka brangkas, pelaku mengambil uang yang ada di dalam bragkas sekitar Rp 200 juta dan memasukkan uang tersebut ke dalam tas yang telah disiapkan," kata Logos.

Akibat perbuatannya, empat tersangka dijerat dengan tindak pidana pencurian dengan pemberatan sebagaimana dimaksud dalam pasal 363 ayat (2) KUHP. Dengan ancaman hukuman maksimal sembilan tahun penjara.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com