detikNews
Senin 16 September 2019, 21:22 WIB

Hiu Paus yang Terjebak di Kanal PLTU Paiton Alami Luka pada 3 Bagian

M Rofiq - detikNews
Hiu Paus yang Terjebak di Kanal PLTU Paiton Alami Luka pada 3 Bagian Hiu paus yang terjebak/Foto: Istimewa
Probolinggo - Hiu Paus (Whaleshark) yang terjebak di saluran air (Inlet) 3 PLTU Paiton, Kabupaten Probolinggo mengalami luka parah di 3 bagian tubuhnya. Tiga luka berupa robekan itu tampak di bagian depan mata kiri, sirip dada bagian kiri dan ekor belakang bagian kiri.

Informasi tersebut disampaikan Kasi Program dan Evaluasi BPSPL, Kementerian Kelautan Perikanan, Permana Yudiarso. Menurutnya, luka pada hiu paus diketahui saat Tim BPSPL melakukan pengamatan pada Kamis (12/9).

"Hasil pengamatan BPSPL, luka robek pada tubuh hiu menyerupai luka sayatan akibat senjata tajam. Karena itu, tim terus berupaya mengeluarkan Hiu dari saluran air, takutnya nanti berdampak pada staminanya yang melemah," kata Permana, Senin (16/9/2019).


Permana menjelaskan, masuknya hiu ke areal PLTU Paiton disinyalir karena saat ini tengah memasuki musim migrasi. Hiu memilih masuk saluran air PLTU lantaran ketersediaan makanan berupa plankton-plankton yang ada di areal pembangkit listrik setempat cukup baik.

"Kemungkinan masuk saluran, karena mengejar mangsanya. Karena ketersediaan makanan di areal saluran air PLTU cukup banyak," imbuh Permana.

Menurut Permana, masuknya hiu paus ke areal PLTU Paiton diketahui sudah dua kali terjadi. Pertama terjadi pada tahun 2015. Usai peristiwa yang pertama, Pihak PLTU Paiton telah memasang jaring pengaman agar hiu tak dapat masuk saluran air PLTU.

Meski demikian, saat dilakukan pengamatan oleh Tim BPSPL, ukuran jaring diketahui tak sampai dasar saluran air. Dari kedalaman sekitar 15 meter, jaring hanya sampai sekitar 12 meter saja.

"Dari pengamatan kami, jaring yang ada tak sampai dasar. Dimungkinkan karena itu, hiu paus akhirnya bisa masuk kembali ke saluran air PLTU. Dan kami dari BPSPL sudah minta pihak PJB PLTU Paiton agar mengevaluasi ukuran dan model jaring yang dipasang saat ini," pungkasnya.


Terpisah, Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Probolinggo Dedy Isfandi menyampaikan, pihaknya bersama pihak terkait terus berupaya melakukan pemindahan hiu paus yang terjebak di saluran air PLTU Paiton. Disinggung terkait lamanya penanganan, ia mengatakan bahwa PLTU Paiton merupakan areal pembangkit listrik nasional, sehingga perlu kehati-hatian menanganinya.

Begitu juga dengan proses pemindahan hiu paus tersebut. Menurut Dedy, dibutuhkan tenaga ahli yang memang mampu mengevakuasi hewan laut dilindungi tersebut.

"Semuanya menginginkan hiu yang terjebak segera cepat dievakuasi. Namun kita harus tetap menjaga ke hati-hatian dalam penanganannya. Kita lihat saja satu sampai dua hari ke depan gimana hasilnya," pungkas Deddy.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com