detikNews
Minggu 15 September 2019, 15:35 WIB

Ribuan Obat dan Jamu Sitaan Jemaah Haji Dimusnahkan

Deni Prastyo Utomo - detikNews
Ribuan Obat dan Jamu Sitaan Jemaah Haji Dimusnahkan Pemusnahan barang bukti jemaah haji/Foto: Deny Prastyo Utomo
Surabaya - Ribuan barang sitaan jemaah haji yang disita Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Surabaya dimusnahkan. Ribuan barang yang dimusnahkan ini yang dilarang dibawa ke tanah suci.

Barang-barang sitaan terdiri dari obat-obatan dan jamu. Barang-barang tersebut kemudian dimusnahkan dengan cara dibakar.

"Kalau tidak bermanfaat dimusnahkan. Termasuk obat-obatan belum jelas manfaatnya," kata Sekretaris PPIH Debarkasi Surabaya, Jamal usai menyambut kedatangan kloter terakhir di Asrama Haji Sukolilo Surabaya, Minggu (15/9/2019).

Namun, tidak semua barang dimusnahkan. Sebab PPIH menilai barang bawaan yang dianggap tidak bermanfaat dimusnahkan. Sedangkan yang bermanfaat, seperti rokok dimanfaatkan dengan diserahkan ke lembaga sosial.


Ada barang-barang elektronik yang dikembalikan. Seperti handy talkie dan rice cooker. Namun sebelum dikembalikan, mereka harus membuat berita acara untuk efek jera.

"Ini barang yang tidak diperkenankan bukan karena dilarang, tapi berlebihan. Dikhawatirkan akan membahayakan jemaah itu sendiri, sehingga tidak bermanfaat dan mengalahkan nilai agama," ungkap Jamal.

Sementara Plt Kakanwil Kemenag Jawa Timur Moch Amin Mahfud mengatakan, pemusnahan barang sitaan yang dianggap tidak bermanfaat bertujuan memberikan efek jera. Sehingga tidak ada lagi yang membawa pada keberangkatan selanjutnya.

"Iya memang baru tahun ini dimusnahkan. Tapi barang elektronik kami kembalikan dengan catatan kami buatkan berita acara. Nanti kalau diulangi lagi itu sudah tidak ada toleransi," kata Amin.


Sedangkan untuk rokok tidak dimusnahkan. Sebab berdasarkan kesepakatan akan didistribusikan ke lembaga sosial.

"Karena pendapat pak kiai tadi, saya tidak rela kalau rokok dibakar. Lebih baik diberikan kepada panti sosial. Di lelang dulu hasilnya diberikan ke panti sosial," tegasnya.

Dari data Debarkasi Surabaya telah menerima kedatangan 85 kloter dengan jumlah 37.991 jemaah haji. Jumlah tersebut terdiri dari jemaah haji asal Jawa Timur, Bali, dan Nusa Tenggara Timur (NTT).


Simak juga video "Berburu Pahala Umrah di Masjid Quba":

[Gambas:Video 20detik]


(fat/fat)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com