detikNews
Jumat 13 September 2019, 17:31 WIB

Cerita Jejak Inovasi Perkapalan Habibie yang Tertinggal di PT PAL

Amir Baihaqi - detikNews
Cerita Jejak Inovasi Perkapalan Habibie yang Tertinggal di PT PAL Foto: Istimewa
Surabaya - Wafatnya Presiden ketiga Republik Indonesia BJ Habibie meninggalkan duka mendalam bagi bangsa Indonesia. Jasa-jasanya dalam pembangunan di berbagai bidang seperti demokrasi dan teknologi meninggalkan jejak di mana-mana.

Bidang teknologi misalnya, pria kelahiran Pare-pare Sulawesi itu adalah inisiator industri pesawat terbang PT Dirgantara Indonesia. Di bidang teknologi kemaritiman, Habibie juga adalah inisiator utama pabrik kapal Penataran Angkatan Laut atau yang dikenal dengan nama PT PAL Indonesia. Banyak jejak inovasinya yang ditinggal di sana yang kemudian berkembang sampai sekarang.

Kepala Divisi Sekretaris PT PAL Rariya Budi Harta menuturkan Habibie merupakan salah satu inisiator utama pabrik kapal yang berada di Surabaya itu. Rariya menyebut sejumlah jejak inovasi PT PAL saat ini tak bisa dilepaskan dari tangan dingin Habibie yang pernah memimpin dari tahun 1980 sampai 1998.


"PT PAL ini kalau kita bicara tentang pembuatan kapal atau pabrik kapal adalah inisiatornya Pak Habibie. Jadi Bapak Habibie saat itu menjadi direktur pertama di PT PAL. Beliau ini kan menjabat direktur utama di PT PAL ini kurun waktunya sangat lama. Beliau menjabat mulai 1980 sampai 1998. Jadi ada beberapa jabatan rangkap saya nggak hapal tapi catatan kami sampai 1980 sampai 1998," kata Rariya kepada detikcom, Jumat (13/9/2019).

Rariya kemudian menceritakan saat awal-awal Habibie menjadi direktur utama di PT PAL. Embrio industri kapal dimulai dengan target kemandirian komponen dalam negeri. Target itu kemudian mengahasilkan pembuatan kapal niaga merchant vessel jenis PAX-500 dan Caraka Jaya di masanya.


Cerita Jejak Inovasi Perkapalan Habibie yang Tertinggal di PT PALFoto: Istimewa

"Jadi, pertama kali itu kapal penumpang tipe PAX-500 terus ada juga Caraka Jaya. Jadi ada dua kapal PAX-500 kapal penumpang jenisnya terus kedua ada Caraka Jaya. Nah, ini merupakan embrio atau asal-muasal kapal niaga atau marchant vessel targetnya adalah kemandirian komponen dalam negeri," tutur Rariya.

"Inisiatornya kapal PAX-500 dan kapal Caraka Jaya itu beliau. Jadi, embrio konsep standarisasi kapal niaga atau marchant vessel dengan target sebuah produk kan punya tujuan. Secara filosofis tujuan pembangunannya ini adalah kemandirian komponen dalam negeri. Jadi kita mampu dari mesin pokok, peralatan kapal dan lain-lain itu semua dari dalam negeri," imbuhnya.

Inovasi terus berlanjut, PT PAL di bawah kepemimpinan Habibie lalu membuat kapal tanker pertama yang selanjutnya dikembangkan lagi menjadi kapal 50.000 Seat Vitton atau Star 50. Kapal jenis ini merupakan 10 jenis kapal niaga terbesar di dunia.


"Lalu setelah itu kapal tanker yang pertama dibuat di PT PAL. Itu juga dengan jasa beliau. Terus dikembangkan lagi dengan kapal 50000 Seat Viton saat ini dikenal dengan nama Star 50. Itu menjadi salah satu kapal terbesar di dunia. 1 dari 10 urutan berapa saya lupa tapi itu masuk 10 besar terbesar di dunia kapal niaga," jelas Rariya.

Menurut Rariya, selain melahirkan inovasi pembuatan kapal dengan target kemandirian komponen dalam negeri, Habibie juga sempat menggagas inisiasi di sektor energi. Sektor yang diawali itu adalah kompetensi manufacture komponen pembangkit tenaga listrik.



"Beliau juga adalah salah satu yang mengawali kompetensi manufacture komponen pembangkit tenaga listrik. Jadi, di PT PAL membangun sektor energi yang saat ini dikenal dengan BMPP (Batch mostered power plant) itu inisiasinya adalah pak Habibie juga di sektor energi. Nah inisiasinya adalah komponen pembangkit listrik seperti boiler, turbin, heat exchangers beliau juga yang melakukan inisiasi awalnya," ungkapnya.

"Nah satu lagi jangan lupa, kapal perang, saat ini kita lagi bergerak luar biasa kapal perang. Jadi kapal perang juga inisiasinya Pak Habibie. Jadi, kapal perang pada saat menjabat direktur yang pertama itu adalah kapal perang berjenis Fast Patrol Boat (FPB). Ini ukurannya 57 meter. Kerjasamanya dengan Jerman," Rariya menambahkan.

"Jadi ceritanya Pak Habibie di PT PAL jasanya luar biasa untuk memberikan inisiasi-inisiasi yang saat ini," tandas Rariya.
(fat/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com