detikNews
Jumat 13 September 2019, 15:54 WIB

Siswi Didorong Temannya Hingga Cedera, Keluarga Sesalkan Sikap Sekolah

Enggran Eko Budianto - detikNews
Siswi Didorong Temannya Hingga Cedera, Keluarga Sesalkan Sikap Sekolah Annisa Fitri (13) dan sang kakak/Foto: Enggran Eko Budianto
Mojokerto - Seorang siswi SMP di Mojokerto didorong temannya dari tangga hingga kakinya cedera dan tidak bisa sekolah. Pihak keluarga menyayangkan sikap sekolah yang terkesan tidak perduli.

Siswi tersebut bernama Annisa Fitri (13). Ia duduk di kelas VII SMPN 2 Sooko, Kabupaten Mojokerto. Fitri tidak bisa sekolah karena cedera kaki yang dideritanya.

Fitri mengaku jatuh dari tangga sekolah karena didorong oleh seorang siswa berinisial BG. Peristiwa itu terjadi pada Jumat (6/9) sekitar pukul 09.30 WIB.


Kakak kandung Fitri, Agus Sucipto (23) menuturkan, adiknya hanya menginap semalam di RSUD Dr Wahidin Sudiro Husodo. Fitri diizinkan pulang setelah pergelangan kaki kanannya dipasang gips. Menurut dia, pengobatan adiknya saat itu menggunakan Kartu Indonesia Sehat (KIS).

"Awalnya, dokternya bilang disuruh operasi, besoknya tiba-tiba tidak jadi. Disuruh pulang setelah dipasang gips dan diminta kontrol ke rumah sakit," terangnya.

Agus menyayangkan minimnya perhatian dari SMPN 2 Sooko. Salah seorang guru hanya sekali mendampingi Fitri ke rumah sakit di hari dia terjatuh dari tangga sekolah. Sampai sepekan Fitri tidak sekolah, belum sekalipun dibesuk gurunya.

"Harapan saya pihak sekolah tanggung jawab karena kejadiannya di sekolah. Mengapa malah bapak saya disuruh membuat pernyataan kalau adik saya terjatuh akibat terjerat roknya sendiri. Padahal pas turun roknya dijinjing," tegasnya.

Kini Agus berharap adiknya segera pulih sehingga bisa kembali sekolah. Sejauh ini hanya orang tua BG yang memberikan bantuan Rp 450 ribu untuk pengobatan Fitri.

"Kalau keluarga kami dengan pelaku sudah bertemu dan sepakat berdamai. Tapi pihak sekolah yang belum menunjukkan tanggung jawabnya," cetusnya.


Sementara Humas SMPN 2 Sooko Subai mengaku belum bisa memastikan Fitri terjatuh dari tangga akibat didorong BG atau terjerat roknya sendiri. Namun dia menyebut Kepala Sekolah telah memediasi pihak keluarga korban dengan pelaku.

Menurut dia, keluarga Fitri selama dua hari terakhir datang ke sekolah untuk menuntut tanggung jawab dari SMPN 2 Sooko. "Tindakan awal dari rumah sakit tidak jadi operasi. Disuruh menunggu sampai 23 September 2019 untuk kontrol ke rumah sakit sekaligus menentukan operasi atau tidak," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com