detikNews
Jumat 13 September 2019, 13:48 WIB

Kangen SIM dan STNK, Ribuan Pelanggar Lalin Antre di Kejari Surabaya

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Kangen SIM dan STNK, Ribuan Pelanggar Lalin Antre di Kejari Surabaya Ribuan pelanggar lalin antre mengambil STNK dan SIM di Kejari Surabaya. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Ribuan pelanggar lalu lintas mengantre untuk mengambil barang bukti tilang di kantor Kejaksaan Negeri (Kejari) Surabaya. Pihak Kejari menganggap para pelanggar sudah kangen pada SIM dan STNK kendaraan mereka yang disita.

Sejak pagi, layanan terpadu di Kejari Surabaya sudah dipenuhi para pelanggar lalu lintas. Salah seorang pelanggar asal Driyorejo, Gresik, Fatkur (25), mengaku sudah antre sejak pukul 08.00 WIB.

"Sejak pukul 08.00 WIB tadi sudah antre dan mendapatkan nomor antrean 591. Katanya nomor antrean ditutup pukul 11.00 WIB. Makanya saya datang lebih awal. Tapi masih ramai," kata Fatkur kepada detikcom di halaman Kejari Surabaya, Jumat (13/9/2019).


Kasi Pidum Kejari Surabaya Farriman Isnandi Siregar mengatakan suasana pengambilan hasil putusan tilang tidak seperti biasanya. Itu karena ada puluhan ribu putusan tilang yang akan diserahkan kepada pelanggar.

"Sebanyak 20.300 ribu untuk putusan. Yang jelas, jam 11 untuk pagi ini kita tutup untuk pengambilan nomor antrean," kata Farriman.

Menurut Farriman, untuk mengantisipasi membeludaknya antrean, pihaknya akan memberikan pelayanan ekstra dengan membuka layanan terpadu pada Sabtu dan Minggu.

"Kami juga membuka layanan pada hari Sabtu dan Minggu mulai 07.30 WIB hingga 13.00 WIB," imbuh Farriman.


Selain itu, Kejari Surabaya membuka layanan delivery tilang dan layanan pos di lokasi. Warga bisa memanfaatkan layanan tersebut jika tidak ingin mengantre.

"Tempat khusus tidak ada, masyarakat bisa memilih di hari lain atau memanfaatkan sistem delivery tilang yang sudah kami siapkan. Namun kami tidak bisa memaksakan minat masyarakat," terangnya.

"Kalau masyarakat mau antre panas-panas, antre lama-lama, mau gimana juga, kami tidak bisa melarang juga. Mungkin sudah terlalu kangen dengan SIM dan STNK-nya. Padahal kita buka pelayanan bukan pada hari Jumat saja. Senin sampai Kamis kami juga buka layanan, bahkan Sabtu-Minggu kami juga buka layanan," tambah Farriman.

Farriman juga menyampaikan membeludaknya antrean tilang karena digelarnya Operasi Patuh Semeru 2019 dalam belasan hari terakhir. Dalam data Polrestabes Surabaya, ada 42 ribu pengendara yang terjaring selama Operasi Patuh.


"Kalau reguler hari Jumat biasanya 4.000. Ini lima kali lipat kebetulan jumlah putusan," lanjutnya.

Seperti pantauan detikcom hingga pukul 11.00 WIB, antrean masih membeludak. Meski pihak kejaksaan telah menyiapkan tenda, fasilitas itu tidak mencukupi. Para pelanggar yang kepanasan memilih berteduh di bawah pohon dan duduk di depan pintu utama gedung.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com