detikNews
Jumat 13 September 2019, 09:05 WIB

81 Kantong Darah di PMI Blitar Terpapar Penyakit Menular

Erliana Riady - detikNews
81 Kantong Darah di PMI Blitar Terpapar Penyakit Menular Puluhan kantong darah yang terpapar penyakit menular/Foto: Erliana Riady
Blitar - Sebanyak 81 kantong darah di PMI Kabupaten Blitar terpapar penyakit menular. PMI telah mendata siapa saja pendonor yang darahnya terpapar penyakit.

Empat jenis penyakit menular terdeteksi. Yakni Hepatitis B, Hepatitis C, penyakit kelamin dan HIV. Sebanyak 38 kantong darah terdeteksi penyakit Hepatitis B, 7 kantong terpapar Hepatitis C, 15 kantong terpapar HIV, dan 21 kantong darah terdeteksi penyakit kelamin sifilis.

Menurut Sekretaris PMI Kabupaten Blitar Bambang Wahyudianto, jumlah itu merupakan rekapitulasi data sejak Januari hingga Juli 2019.


"Kami tiap bulan merekap hasil tes laboratorium pada darah pendonor. Tiap bulan selalu ditemukan ada darah yang terpapar penyakit menular. Jadi jumlah 81 kantong darah itu selama tujuh bulan terakhir di tahun ini," kata Bambang pada detikcom di kantornya, Jalan A Yani, Jumat (13/9/2019).

Darah yang terpapar penyakit menular telah dipisahkan. Selanjutnya akan dikirim ke pihak rekanan di Surabaya untuk dimusnahkan.

"Kalau dulu kami kerjasama dengan rumah sakit di daerah untuk pemakaian bersama insenerator. Alat yang digunakan memusnahkan limbah medis. Sekarang ada peraturan baru, rumah sakit tidak boleh menerima titipan limbah medis dari luar untuk dimusnahkan pakai alat mereka. Makanya kami kerjasama dengan pihak ketiga," jelas Bambang.

Bagi pendonor, sebelum darah mereka diambil sebenarnya ada beberapa tahapan yang harus dilalui. Seperti diperiksa berat badannya, tekanan darah dan mengisi inform consern. Pada tahapan ini, calon pendonor harus jujur mengisi penyakit yang diderita, baik yang masuk kategori menular atau tidak. Rupanya pada tahapan ini, masih banyak calon pendonor yang tidak mengisi dengan jujur.

"Kami baru bisa mendeteksi jika darah terpapar penyakit ketika sudah disadap atau diambil," lanjutnya.

Bambang menambahkan, data pendonor yang darahnya terpapar penyakit menular akan dilaporkan ke Dinkes. Selanjutnya, Dinkes akan melakukan upaya konseling dan penanganan kesehatan lebih lanjut.


Karena donor darah sifatnya sukarela, maka pihak PMI tidak bisa serta merta menolak calon pendonor yang namanya sudah terdaftar dengan catatan terpapar penyakit menular. Pemeriksaan awal tetap dilakukan, dan baru akan diambil darahnya jika kondisi kesehatan pasien telah dinyatakan sehat.

"Karena sifatnya sukarela, kami tidak bisa memakai istilah black list ya. Kalau nama itu tercatat terpapar penyakit menular, terus dia mau donor ya kami tensi dulu, kami timbang beratnya. Baru kami tanyakan perkembangan kesehatannya," pungkasnya.
(sun/bdh)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com