Eksepsi Bassist Boomerang Hubert Henry dalam Kasus Ganja Ditolak Hakim

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Selasa, 10 Sep 2019 20:20 WIB
Hubert Henry Limahelu saat disidang. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Hubert Henry Limahelu saat disidang. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Eksepsi bassist Boomerang Hubert Henry Limahelu dalam sidang kasus kepemilikan ganja ditolak. Sidang akan dilanjutkan dengan agenda mendengarkan saksi dari jaksa.

"Mengadili, menyatakan tidak menerima eksepsi tim penasihat hukum terdakwa Hubert Henry Limahelu dan memerintahkan penuntut umum untuk menghadirkan saksi ke persidangan," kata ketua majelis hakim Anne Rusiana di Ruang Garuda I, Pengadilan Negeri Surabaya, Jalan Arjuno, Selasa (10/9/2019).

Eksepsi yang diajukan tim kuasa hukum Henry mempersoalkan surat dakwaan jaksa tentang Pasal 143 ayat (2) huruf b KUHAP. Namun hakim menilai eksepsi tersebut tidak tepat.


"Bahwa surat dakwaan jaksa sudah disusun secara cermat, teliti, dan jelas. Karena sudah menjelaskan secara detail identitas terdakwa dan peristiwa tindak pidananya," imbuh Anne Rusiana.

"Eksepsi tim penasihat hukum telah masuk ke materi pokok perkara, sehingga majelis berpendapat agar unsur-unsur pasal yang dimaksud dibuktikan dalam sidang pembuktian," lanjut Anne.

Seusai persidangan, ketua tim penasihat hukum Henry, Robert Mantinia, mengaku telah menyiapkan langkah-langkah agar kliennya dijatuhi hukuman rehabilitasi.

"Faktanya memang harus direhabilitasi, karena dia (Henry) mengkonsumsi ganja untuk pribadi dan sebagai pengobatan. Nanti kami juga akan menghadirkan saksi ahli dari BNN," ujar Robert.

Sedangkan terdakwa Henry berharap, dalam sidang berikutnya, majelis hakim terbebas dari segala bentuk intervensi. "Semoga tidak ada intimidasi dalam penegakan hukum perkara saya," kata Henry.


Senin (17/6) dini hari, Henry ditangkap di kediamannya di kawasan Kalongan Kidul, Krembangan, Surabaya. Dalam penangkapan tersebut, polisi mengamankan barang bukti 6,7 gram ganja.

Selasa (17/9), sidang kasus kepemilikan ganja yang menjerat Henry akan kembali digelar, yakni dengan agenda mendengarkan saksi yang dihadirkan jaksa. (sun/bdh)