detikNews
Selasa 10 September 2019, 12:49 WIB

Barang Impor Tanpa Izin Senilai Rp 8 Miliar Dimusnahkan

Deny Prastyo Utomo - detikNews
Barang Impor Tanpa Izin Senilai Rp 8 Miliar Dimusnahkan Barang impor tak berizin yang dimusnahkan senilai Rp 8 miliar. (Deny Prastyo Utomo/detikcom)
Surabaya - Kementerian Perdagangan melalui Direktorat Jenderal Perlindungan Konsumen dan Tertib Niaga (PKTN) memusnahkan barang hasil temuan impor tidak sesuai izin di Surabaya. Barang-barang impor yang dimusnahkan senilai Rp 8 miliar.

Barang yang dimusnahkan merupakan hasil temuan kegiatan pengawasan tata niaga impor di luar kawasan pabean (post border) periode Januari hingga Agustus 2019 di wilayah Jatim.

Dirjen PKTN Veri Anggrijono mengatakan kegiatan pemusnahan ini merupakan kegiatan pengawasan dari importasi post border.


"Per Februari 2018 pengawasan bergeser dari border dan post border dalam rangka memberi kemudahan bagi para pelaku usaha untuk melakukan kegiatan usahanya. Tetapi pelaku usaha ini yang memanfaatkan kemudahan yang diberikan oleh pemerintah. Kemudahan itu diambil kesempatan oleh pelaku usaha 'nakal', mereka memanfaatkan kebijakan," kata Veri seusai pemusnahan di kompleks pergudangan Tambak Langgon, Osowilangsun, Surabaya, Selasa (10/9/2019).

Veri menambahkan barang-barang impor ilegal yang disita dan dimusnahkan itu terdiri atas raket nyamuk, korek api, minyak ikan, luminer, dan kertas kanvas dengan jumlah total 9 kontainer. Pelanggaran yang dilakukan importir tersebut adalah kelengkapan izin impor tidak sesuai ketentuan larangan dan pembatasan barang yang diimpor, misalnya surat persetujuan impor, nomor pendaftaran barang, serta laporan surveyor.

"Korek api ini ada yang tidak memiliki surat persetujuan impor, ada yang tidak memiliki SNI, ada yang tidak memiliki nomor pendaftaran barang sesuai keputusan Menteri Perdagangan. Rata-rata berasal dari China. Kurang-lebih Rp 8 miliar," ungkap Veri.


Sementara itu, Veri menambahkan barang-barang impor didapatkan dari enam importir asal Surabaya. Dengan sanksi awal dilakukan pemusnahan. Selanjutnya pihaknya akan melakukan pemeriksaan secara komprehensif terhadap importir yang nakal.

"Kalau di Undang-Undang Perlindungan Konsumen, itu ancaman hukumnya cukup berat, 5 tahun denda Rp 2 miliar. Di luar ada Undang-Undang Perdagangan," tandas Veri.




Simak video Bea-Cukai Pasar Baru Binasakan Barang Terlarang, Ada Senjata Api!:

[Gambas:Video 20detik]


(iwd/iwd)
Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: kerjasama[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com