detikNews
2019/09/09 12:35:10 WIB

Terbukti Menipu, Bos Investasi Bodong di Mojokerto Bakal Dijemput Paksa

Enggran Eko Budianto - detikNews
Halaman 1 dari 2
Terbukti Menipu, Bos Investasi Bodong di Mojokerto Bakal Dijemput Paksa Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota AKP Ade Waroka (Enggran Eko Budianto/detikcom)
Mojokerto - Polisi menyatakan kasus investasi bodong yang dialami 109 korban dengan kerugian Rp 7 miliar telah memenuhi unsur pidana penipuan. Penyidik akan menjemput paksa pelaku jika hari ini mangkir dari panggilan pemeriksaan.

"Berdasarkan laporan para korban, sudah ada unsur pidana. Artinya, bukti-bukti sudah cukup, khususnya yang mengarah ke Pasal 378 KUHP tentang Penipuan," kata Kasatreskrim Polres Mojokerto Kota AKP Julian Kamdo Waroka kepada wartawan di kantornya, Jalan Bhayangkara, Senin (9/9/2019).

Perwira yang akrab disapa Ade Waroka itu mengatakan sejauh ini pihaknya telah menggali keterangan dari 39 korban investasi bodong PT RHS. Barang bukti berupa kuitansi penyetoran dana investasi dan sertifikat kerja sama penanaman modal antara korban dan PT RHS telah disita sebagai barang bukti.


Puluhan saksi yang diperiksa mewakili 109 korban investasi bodong. Kerugian para korban Rp 7 miliar. Saat ini penyidik berfokus menggali keterangan dari PT RHS sebagai terlapor.

"Saksi terlapor yang kami panggil Kepala Cabang PT RHS di Mojokerto berinisial DW. Selanjutnya akan kami kembangkan ke siapa saja yang terlibat," terang Waroka.

Kontak Informasi Detikcom
Redaksi: redaksi[at]detik.com
Media Partner: promosi[at]detik.com
Iklan: sales[at]detik.com