Gowes Safety Riding, Kampanye Anti Kecelakaan Bagi Pengguna Sepeda

Gowes Safety Riding, Kampanye Anti Kecelakaan Bagi Pengguna Sepeda

Ardian Fanani - detikNews
Minggu, 08 Sep 2019 14:41 WIB
Santunan untuk keluarga M Taufik (Foto: Ardian Fanani)
Santunan untuk keluarga M Taufik (Foto: Ardian Fanani)
Banyuwangi - Banyuwangi Road Cycling Community (BRCC), Polres Banyuwangi serta komunitas sepeda mengelar acara Gowes Safety Riding di sepanjang jalan di Kabupaten Banyuwangi. Ini dilakukan untuk mengenang Mohammad Taufik, pebalap sepeda peraih medali perunggu bagi Jawa Timur pada PON XIX, yang meninggal dunia karena ditabrak mobil saat latihan.

Mohamad Taufik juga satu diantara atlet BRCC yang berlaga di Internasional Tour de Banyuwangi Ijen. Nyawanya tak tertolong setelah sepeda balapnya tertabrak mobil pikap yang melaju satu arah di depan Swalayan Mitra Rogojampi, 30 Agustus 2019. Korban sempat menjalani perawatan di RSUD Blambangan Banyuwangi dan RS dr Soetomo Surabaya.

Dalam acara Gowes Safety Riding tak hanya berkeliling, namun juga membagikan stiker kepada pengguna jalan di beberapa persimpangan. Turut hadir, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi didampingi Pengurus Harian Ikatan Sport Sepeda Indonesia (ISSI) Jawa Timur, Guntur Priambodo. Akhir acara, rombongan mendatangi kediaman almarhum di Desa Mangir, Kecamatan Rogojampi, Minggu (8/9/2019).

Kematian atlet balap sepeda nasional kebanggaan Banyuwangi, Mohamad Taufik, mengundang simpati banyak pihak. Tidak hanya di tanah kelahirannya saja, aksi solidaritas untuk mengenang kiprah atlet penyumbang medali perunggu bagi Jawa Timur dalam PON XIX Jawa Barat juga digelar di 10 kota.

"Ini sebagai bentuk kepedulian kami. Kami sangat kehilangan dengan meninggalnya almarhum Taufik," ujar Guntur Priambodo kepada wartawan.

Guntur juga memberikan santunan kepada keluarga yang di tinggalkan. Tak hanya itu, Guntur juga menawarkan istri almarhum Taufik, untuk bekerja menggantikan Taufik di Dinas PU Pengairan Banyuwangi.

"Atas nama Ketua BRCC, Taufik adalah karyawan DPU Pengairan. Kami bersama kawan - kawan BRCC dan komunitas pesepeda akan membantu biaya pendidikan anak almarhum semampu kami," ungkap pesepeda yang menjabat Kadis PU Pengairan.


Gowes Safety RidingGowes Safety Riding (Foto: Ardian Fanani)


Sementara itu, Kapolres Banyuwangi AKBP Taufik Herdiansyah Zeinardi turut memberikan santunan kepada keluarga almarhum pesepeda andalan Banyuwangi ini. Santunan juga datang dari Jasa Raharja senilai Rp 50 juta rupiah.

Mengantisipasi kecelakaan seperti yang dialami Mohammad Taufik, Kepolisian Resor Banyuwangi akan mengajukan pengadaan marka khusus bagi pesepeda di jalan raya.

"Pebalap harus diprioritaskan dengan memberikan trek khusus di jalan raya. Ke depan akan kita bicarakan dengan pihak terkait," ujar perwira menengah dengan tanda pangkat dua melati.

Tidak semua jalan akan dibuatkan marka khusus sepeda kayuh. Tapi Taufik meyakinkan pengurus harian ISSI Jatim, Guntur Priambodo, wartawan dan anggota sejumlah komunitas pesepeda yang ada di Banyuwangi tentang rencana itu.

"Walau tidak semua jalan, tapi harus ada markah khusus atlet sepeda untuk latihan. Kita siap untuk membantu itu," katanya.

BRCC merupakan salah satu klub sepeda balap yang intens mengikuti Tour de Banyuwangi Ijen. Mohamad Taufik adalah salah satu atletnya. Menurut Ketua BRCC, Guntur Priambodo, selama delapan tahun anak buahnya kerap latihan sendiri.

"Ada yang latihan di timnas, tapi Taufik latihan sendiri. Itu dilakukan selama delapan tahun di BRCC," ceritanya.


Anies Ingin Dorong Sepeda Jadi Alat Transportasi Alternatif di Jakarta:

(iwd/iwd)