"Domisili kedua orang tuanya di Bali. Tinggal terakhir mengontrak rumah di kawasan Mangliawan, Pakis, Kabupaten Malang. Ketika duduk di kelas 3 SMP, sudah ditinggal pergi oleh kedua orang tuanya," kata Kepala Sekolah SMK Widyagama Wawan Suliyadi ditemui di kantornya Jalan Borobudur, Kota Malang, Jumat (6/9/2019).
Lantaran masih di bawah umur, Wawan enggan membeberkan identitas pelajar tersebut. Berikut nama kedua orang tuanya. "Diinisial saja ya, A. Dia merupakan siswa baru, masih kelas 10 jurusan teknik komputer jaringan," kata Wawan.
Wawan mulai menceritakan bagaimana perjalanan A hingga sampai menginap di sekolah. Ketika masih duduk di bangku kelas 3 SMP, A harus hidup berpindah-pindah seorang diri.
Terakhir, A bertemu dengan seseorang yang kemudian membawanya pulang. "Ketemu dengan orang namanya Angga, tahu tidur di masjid dibawa pulang. Tinggal bersama Pak Angga masih lulus SMP dan di sekolahkan di sini (SMK Widyagama)," beber Wawan.
"Dan kebetulan, adik bungsu Pak Angga itu ternyata teman sekolah A di SMP. Mereka saling mengenal, makanya di sekolahkan di sini, bareng bersama adiknya itu. Tapi beda jurusan," sambung Wawan.
Cerita langsung didapatkan Wawan dari A maupun Angga. Dulu, Angga pernah menjadi anak didiknya kala mengenyam pendidikan SMK.
Sementara kedua orang tua A mendadak pergi tanpa pamit. Karena rumah terkunci, A terpaksa tidur di masjid. Pengalaman pahit kembali dialami A ketika tidak bisa lagi tinggal bersama Angga di Jalan Candi Badut, Kota Malang.
"Pak Angga kan ikut orang tua. Banyak pergunjingan dalam keluarga. Sehingga A tidak bisa lagi tinggal di situ. Makanya kemarin tidak pulang, sampai kemudian diketahui para guru," ujar Wawan.
Sudah dua hari ini A menempati ruang UKS SMK Widyagama untuk bermalam usai mengikuti proses belajar. Ia mendapat izin setelah sekolah tahu bahwa A tak memiliki tempat tinggal.
"Pasca kami tahu, kemudian kita rapat membahas bagaimana A ke depan. Sebagai alternatif sementara, kita minta tidur di UKS. Sebelum nanti, kita bawa ke tempat lebih layak," pungkas Wawan.
Sebelumnya diberitakan, kondisi memprihatinkan yang dialami A viral di media sosial Twitter lewat cuitan akun @dearvioninot. Cuitan itu dimulai pada Rabu (4/9). Pemilik akun @dearvioninot merupakan guru di SMK tersebut. Ia mengaku terkejut mendengar informasi bahwa salah satu anak didiknya tidak pulang ke rumah.
Halaman 2 dari 2











































