Lulusan Perkeretaapian Disiapkan jadi SDM Kereta Cepat Indonesia-China

Lulusan Perkeretaapian Disiapkan jadi SDM Kereta Cepat Indonesia-China

Sugeng Harianto - detikNews
Selasa, 03 Sep 2019 17:40 WIB
Foto: Sugeng Harianto
Foto: Sugeng Harianto
Madiun - Kementerian Perhubungan (Kemenhub) mewisuda 111 taruna dan taruni Perkeretaapian. Mereka akan mengisi berbagai posisi jabatan di lembaga kemenhub RI. Tak hanya itu, lulusan terbaik sekolah kereta api ini bakal mengikuti beberapa proyek spektakuler di Indonesia.

Direktur Kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia (API) Jamaludin mengatakan, beberapa kontrak kerja mendukung program pemerintah telah dikantongi beberapa wisudawan dan wisudawati. Di antaranya proyek Kereta Cepat Indonesia Cina (PT KCIC) jurusan Jakarta Bandung. Tak hanya untuk memenuhi kebutuhan SDM Kereta Cepat Indonesia Cina (PT KCIC), kampus satu-satunya di Indonesia yang ada di Kota Madiun itu, juga siap untuk mensuport SDM kereta Moda Raya Terpadu (MRT), Light Rail Transit (LRT) Jakarta.

"Memang kita bersyukur, bahwa saat ini SDM lulusan kampus API Madiun memang sudah menjadi segala prioritas. Sehingga pada kondisi saat ini kami mencoba untuk selalu meningkatkan kapasitas dari komunikasi dengan para stakeholder, sehingga link and match yang diharapkan oleh pemerintah, oleh presiden, kita bisa wujudkan tentunya," terang Jamaludin kepada wartawan usai prosesi wisuda para lulusan taruna Akademi Perkeretaapian Indonesia, Selasa sore (3/9/2019).

Menurut Jamaludin, taruna dan taruni dari kampus API Madiun selama ini lulusannya sebelum wisuda sudah di 'inden' atau dipesan oleh beberapa operator KA, manufaktur dan kontraktor lembaga dari kemenhub.

Dalam wisuda ini, lanjut Jamaludin, dengan predikat lulusan terbaik Ferdin Ali Akbar dengan IPK 3,78 dari Program Diploma III Tehnik Bangunan dan Jalur Perkeretaapian. Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) memberikan skala prioritas bagi lulusan saat ini untuk telibat dalam proyek besar terkait kereta api Indonesia.


"Memang Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Perhubungan (BPSDMP) memang menjadi prioritas kementerian perhubungan untuk disiapkan menjadi tenaga terampil di bidang perkeretaapian. Termasuk untuk mengisi posisi di belakang kereta MRT Jakarta dan LRT Jakarta, Termasuk untuk Kereta Cepat Indonesia Cina Jakarta Bandung, yang dalam tahap pengerjaan," imbuhnya.

Saat ini, di API Madiun terdapat empat program pendidikan (Prodi), yaitu DIII Teknik Elektro Perkeretaapian, DIII Manajemen Transportasi Perkeretaapian, DIII Teknik Mekanika Perkeretaapian, dan DIII Teknik Bangunan Jalur Perkeretaapian.

Sementara Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Darat, Kemenhub Suharto, mengaku saat ini pemerintah sedang banyak proyek untuk pengoperasian berbagai kereta baik MRT, LRT, Skytrain Bandara maupun Kereta Cepat Indonesia Cina (KCIC). Atas banyaknya proyek tersebut pihaknya telah melakukan inden SDM ke kampus Akademi Perkeretaapian Indonesia di Kota Madiun.

"Artinya gini lho, (inden) kami akan mencoba mensupport kebutuhan SDM di manapun termasuk ibukota baru. Tentunya kami saat ini belum menghitung secara pasti berapa sih kebutuhan SDM. Karena saat ini master plan masih berproses, sehingga kebutuhan yang akan dibangun itu dari mana network nya itu," ujarnya.

Terkait berapa jumlah kebutuhan SDM moda transportasi di ibu kota baru, kata Suharto, pihaknya masih menunggu proses perencanaan yang matang. (fat/fat)